|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Jalur Clongop, yang merupakan salah satu jalur utama menuju Kabupaten Gunungkidul untuk memecah kemacetan di wilayah Piyungan dan Patuk, kembali mengalami musibah tanah longsor.
“Kejadian ini dilaporkan memiliki volume material yang lebih besar dibandingkan longsor yang terjadi menjelang Lebaran tahun lalu, dengan lokasi titik longsor yang berbeda.” ungkap Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang meninjau langsung di lokasi bersama Kapolres Gunungkidul, Rabu, (4/3/2026).
Tercatat dalam satu minggu terakhir, sudah terjadi dua kali tanah longsor di kawasan sepanjang 2 kilometer tersebut.
“Berdasarkan hasil investigasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, dan relawan, ditemukan adanya retakan tanah sepanjang 50 meter di bagian atas lokasi longsor.” kata Bupati.
Retakan tersebut terpantau telah mundur ke belakang sejauh 26 meter, yang menandakan kondisi lahan masih sangat berbahaya dan berpotensi memicu longsor susulan.
|
*Langkah Penanganan Darurat*
Bupati bersama jajaran Polres, BPBD, dan relawan telah memantau langsung lokasi sejak malam hari kejadian. Beberapa langkah darurat yang telah diambil, seperti Pengerahan Alat Berat, melalui Pemerintah Provinsi DIY telah mengirimkan alat berat yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk mempercepat evakuasi material.
“BPBD melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jackhammer serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan.” ujar Kepala BPBD Purwono.
Ia juga menyampaikan, Pihak BPBD telah berkoordinasi dengan Kalurahan, Kapanewon, serta DPU Provinsi untuk penanganan lebih lanjut sesuai kewenangannya.
Kepala BPBD juga menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di luar ruangan, “Warga diminta untuk menghindari daerah rawan bencana seperti lereng bukit dan bantaran sungai, dan selalu memantau informasi terbaru mengenai cuaca dari BMKG serta Berhati-hati saat melintasi jalur Clongop dan mengikuti arahan petugas di lapangan.” himbau Kepala BPBD Gunungkidul.
Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, pihak kepolisian (Polsek dan Babin), TNI Angkatan Darat, serta relawan menerapkan mekanisme buka-tutup jalur pada siang hari. Namun, jika terjadi hujan dengan intensitas besar, jalur akan ditutup total demi keamanan, dan kendaraan akan diarahkan melalui jalur alternatif.




