DONGGALA,REDAKSI17.COM – Suara warga Dusun Boya, Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, mengalir beragam dalam agenda reses masa sidang I tahun 2026. Dari persoalan banjir hingga pengembangan potensi wisata desa, kebutuhan dasar dan peluang ekonomi menjadi perhatian utama masyarakat.
Di wilayah yang berada di pesisir Sulawesi Tengah itu, normalisasi sungai dinilai mendesak untuk mencegah luapan air saat musim hujan. Warga juga menyoroti perbaikan drainase dan penyediaan air bersih yang dinilai perlu penanganan lebih terstruktur.
Selain kebutuhan infrastruktur dasar, aspirasi juga menyentuh sektor produktif. Peningkatan jalan dan penerangan menuju wisata air terjun di desa tersebut dinilai berpotensi mendongkrak pendapatan desa. Di sisi lain, nelayan berharap adanya tambahan bantuan perahu, sementara ibu-ibu rumah tangga mengusulkan dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Partai Perindo, Nasir Abdul Fattah, yang hadir dalam kegiatan tersebut memastikan seluruh masukan warga akan dibawa ke pembahasan lebih lanjut di DPRD Donggala.
“Memang tidak semua bisa langsung kami penuhi, tetapi semua usulan tetap kami tindak lanjuti dan dikoordinasikan dengan dinas terkait sesuai kewenangan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, untuk bantuan nelayan, sebelumnya Desa Loli Dondo telah menerima 10 unit perahu. Pihaknya akan mengupayakan tambahan bantuan bagi tiga kelompok yang belum terakomodasi di Loli Tasiburi.
Terkait akses menuju wisata air terjun, Nasir menilai peningkatan infrastruktur menjadi langkah strategis karena berpotensi menjadi sumber pemasukan desa melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan dukungan jalan dan penerangan yang memadai, potensi wisata diharapkan dapat berkembang lebih optimal.
Sementara itu, mengenai kebutuhan air bersih, dia menyebut sumber air sebenarnya sudah tersedia. Namun, pengelolaan dinilai perlu diperbaiki agar distribusi lebih merata. Salah satu opsi yang mengemuka adalah penyusunan peraturan desa (Perdes) guna memastikan sistem pengelolaan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Reses yang digelar pada Rabu (4/2/2026) tersebut menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan konstituen di daerah pemilihan I. Menurut Nasir, momentum ini penting untuk memastikan kebijakan yang diperjuangkan di tingkat legislatif benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
“Kami akan berupaya memperjuangkan program prioritas yang memang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” tutup Nasir.





