Home / Daerah / Semangat Juang Ibu Tunggal di Nglipar: Hidupi Lansia dan Anak Berprestasi di Tengah Keterbatasan Hunian

Semangat Juang Ibu Tunggal di Nglipar: Hidupi Lansia dan Anak Berprestasi di Tengah Keterbatasan Hunian

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Sebuah potret perjuangan hidup yang luar biasa datang dari seorang ibu tunggal di kawasan Pilangrejo, Nglipar. Di tengah kondisi hunian yang tidak layak, ibu ini tetap teguh berjuang membiayai enam anggota keluarga, termasuk kedua orang tuanya yang lansia serta tiga orang putri.

“Kondisi rumah yang dihuni keluarga tersebut saat ini sangat memprihatinkan karena tidak bersifat permanen. Di dalamnya, enam orang penghuni harus berbagi ruang tanpa adanya tempat tidur, kamar mandi, maupun dapur yang layak.” ungkap Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang melihat langsung kondisi rumah.

Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, sang ibu menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap pendidikan anak-anaknya, “Untuk menyambung hidup, Ia sehari-hari berjualan ayam geprek sembari mengantarkan anaknya bersekolah di SLB Wonosari.” cerita Bupati Endah saat ditemui seusai meninjau kondisi rumah, Kamis, (5/3/2026).

Ketekunannya membuahkan hasil salah satu putrinya yang merupakan penyandang disabilitas tercatat memiliki prestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Sementara itu, putri lainnya saat ini tengah menempuh pendidikan di Akademi Kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menekankan bahwa penanganan kasus seperti ini merupakan bentuk spirit kemanusiaan yang harus segera diselesaikan.

“Masyarakat pun diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan warga dengan kondisi serupa kepada pihak kelurahan, kapanewon, Baznas, atau melalui kanal pengaduan langsung “Lapor Bup”.

Merespons kondisi tersebut, tim dari Baznas, pemerintah setempat (Pak Lurah dan Pak Panewu), serta tokoh masyarakat melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Pembangunan rumah tersebut kini menjadi prioritas dan ditargetkan akan selesai dalam waktu kurang dari dua minggu, tepatnya sebelum hari raya Lebaran, melalui dukungan semangat gotong royong.

Selain fokus pada bantuan sosial, warga juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap cuaca yang tidak menentu. Mengingat intensitas hujan yang semakin tinggi, masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi bencana alam demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *