Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo kembali memimpin Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta yang kali ini digelar di Masjid Ummi Salamah, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mempererat silaturahmi dengan warga sekaligus menyosialisasikan berbagai program prioritas daerah.

Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa Safari Tarawih bukan sekadar agenda ibadah rutin Ramadan, tetapi juga sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah program strategis, salah satunya program bedah rumah.

Menurut Hasto, program bedah rumah atau renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi bagian penting dari komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Kota Yogyakarta. Ia menegaskan, hunian yang layak merupakan fondasi utama bagi terciptanya keluarga yang sehat dan produktif.

 

“Rumah yang sehat akan berdampak pada kesehatan penghuninya. Ini menjadi bagian dari janji politik kami untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Yogyakarta,” ujarnya di hadapan jamaah.

Hasto pun meminta peran aktif perangkat wilayah, mulai dari ketua RT, RW, hingga takmir masjid, untuk segera melaporkan jika di lingkungannya terdapat rumah yang masuk kategori tidak layak huni. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kecepatan pelaporan agar bantuan dapat segera diproses.

Pada tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan dapat merenovasi sebanyak 200 unit RTLH. Target tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan permukiman yang sehat dan manusiawi.

Selain membahas program bedah rumah, Hasto juga mengingatkan jamaah untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya budaya memilah sampah dari rumah tangga sebagai langkah konkret mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kota Yogyakarta.

Dukungan juga datang dari Bank BPD DIY sebesar Rp2,5 juta.

“Kebersihan adalah bagian dari iman. Mari kita biasakan memilah sampah dari rumah, agar beban pengelolaan sampah bisa lebih ringan dan lingkungan tetap bersih,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Ummi Salamah, Sudarsono, menyampaikan bahwa Masjid Ummi Salamah merupakan salah satu masjid tertua di wilayah Warungboto. Seiring bertambahnya usia bangunan, masjid tersebut membutuhkan peremajaan pada beberapa bagian agar tetap nyaman dan aman bagi jamaah.

Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk membantu proses renovasi tersebut.

Menanggapi permintaan itu, Pemerintah Kota Yogyakarta langsung memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung biaya renovasi masjid. Dukungan juga datang dari Bank BPD DIY sebesar Rp2,5 juta.

Selain itu, Baznas Kota Yogyakarta dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta turut menyalurkan bantuan sebagai bentuk sinergi lintas lembaga dalam mendukung sarana ibadah masyarakat.

Tak kalah penting, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta juga memberikan bantuan berupa sejumlah buku bacaan untuk menambah koleksi literasi masjid.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan penguatan literasi masyarakat.