Home / Ekonomi dan Bisnis / Mentan: Konflik Timur Tengah dan El Nino Bayangi Produksi Pangan RI

Mentan: Konflik Timur Tengah dan El Nino Bayangi Produksi Pangan RI

Jakarta,REDAKSI17.COM – Sektor pangan Indonesia menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu konflik Timur Tengah dan siklus El Nino. Kondisi di Timur Tengah memanas usai Iran diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel, sementara El Nino diperkirakan terjadi mulai April.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia sebenarnya sudah berpengalaman menghadapi El Nino yang jauh lebih kuat, seperti yang terjadi pada 2015-2016 dan 2023. Saat El Nino 2023, pemerintah sempat memperkirakan kebutuhan impor beras mencapai sekitar 10 juta ton, namun akhirnya berhasil ditekan menjadi 3 juta ton.

“Jadi, ada dua kita hadapi, kondisi geopolitik memanas dan pengumuman BMKG ada kekeringan. Ini dua-dua harus kita jawab. Kita ada pengalaman menghadapi El Nino yang paling keras. Ini kan El Nino, nanti bulan 4. El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023, Ahamdulillah kita bisa lolos. Dari rencana impor waktu itu 10 juta, kami ikut ratas, alhamdulillah kita bisa redam hanya 3 juta lebih,” katanya dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kondisi El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini justru lebih lemah dibandingkan sebelumnya sehingga diyakini dapat diatasi dengan lebih baik. Terlebih pemerintah telah menyiapkan berbagai infrastruktur untuk menghadapi potensi kekeringan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah program pompanisasi yang mampu menjangkau lahan pertanian hingga 1,2 juta hektare (ha) yang terdampak kekurangan air. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan sekitar 1 juta ha lahan yang dapat diairi selama musim kemarau melalui pemanfaatan pompa, sumur dalam, hingga jaringan irigasi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Amran optimistis produksi pangan nasional tetap terjaga. Apalagi produksi beras nasional terus berjalan setiap bulan dengan kisaran 2,6-5,7 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di sekitar 2,5 juta ton per bulan.

“Di lapangan sudah siap pompanisasi 1,2 juta hektare. Pompa coverage-nya bisa menjangkau pompa kita 1,2 juta hektare yang tadah hujan. Kemudian tahun ini kita siapkan lagi 1 juta hektare. Jadi, 2 juta nanti kita siapkan yang pada saat musim kering bisa kita airi. Pompanisasi sungai-sungai dan seluruhnya, sumur dalam, sumur dangka kita sudah siapkan. Jadi, infrastruktur sudah siap,” tegas Amran.

Produksi Pangan Dijamin Aman
Dengan pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya serta kesiapan infrastruktur saat ini, Amran memastikan Indonesia mampu menghadapi potensi kekeringan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.

“Jadi ke depan insyaallah produksi kita aman. Jadi menghadapi geopolitik ini yang memanas dan menghadapi El Nino kita sudah ada pengalaman. Kami secara pribadi menghadapi di 2015-2016, kemudian 2023, dan itu jauh lebih dahsyat daripada sekarang, jadi ini nggak usah kita risaukan,” sebut Amran.

Pemerintah sendiri telah menghitung cadangan pangan nasional dan memastikan pasokan masih mencukupi untuk jangka panjang. Amran menjelaskan, berdasarkan perhitungan pemerintah, cadangan pangan Indonesia saat ini mampu bertahan hingga sekitar 324 hari.

Cadangan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari stok beras di Perum Bulog sekitar 3,7 juta ton hingga potensi produksi dari standing crop atau padi yang masih di sawah yang siap panen sekitar 10-11 juta ton.

“Alhamdulillah setelah kami menghitung kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari,” terang Amran.

Amran menambahkan, angka 324 hari tersebut bukan berarti produksi pangan berhenti setelah periode itu. Pemerintah memastikan produksi pangan tetap berjalan secara rutin setiap bulan.

“Produksi kita terus berjalan setiap bulan antara 2,6 juta sampai 5,3 juta ton. Jadi, insyaallah pangan kita aman,” tutup Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *