Home / Politik / Sadar Narima Eks Kader Militan PAN Gabung PPP

Sadar Narima Eks Kader Militan PAN Gabung PPP

Sadar Narima (dua dari kanan) diperkenalkan di hadapan kader dan Pimpinan Cabang Pemuda Ka’bah Sleman serta konstituen PPP di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (14/3/20/2026)

SLEMAN,REDAKSI17.COM – Pemandangan cukup mengejutkan terjadi di acara buka bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ka’bah Sleman, Sabtu (14/3/2026).

Dalam agenda yang digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman itu tampak wajah beberapa eks kader militan Partai Amanat Nasional (PAN).
Sebut saja Sadar Narima, Nirhidayat, dan Aris Suranto.

Ketiganya tercatat pernah duduk sebagai anggota DPRD Sleman. Bahkan setelah satu periode menjadi dewan Sleman, Sadar Narima juga mengemban amanah sebagai anggota DPRD DIY.

Selain mereka ada pula eks pengurus DPD PAN Sleman Dodik Aryanto dan sejumlah eks kader PAN lainnya.

Ya, kini mereka kembali merapat ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang pernah menaungi mereka pada era tiga partai tempo dulu.

Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid membenarkan hal tersebut. Kehadiran eks kader PAN menjadi amunisi baru bagi partai Ka’bah menuju Pemilu Legislatif 2029 untuk mendulang suara dan menambah kursi DPRD.

Yazid mengatakan, dengan kembalinya tokoh-tokoh besar tersebut ke PPP menjadi kekuatan baru yang akan mengokohkan partai Ka’bah dalam bursa pemilu legislatif maupun pilkada di Sleman.

“Target minimal kami mempertahankan tiga kursi DPRD Sleman. Sedangkan target rasionalnya mendapat masing-masing satu kursi di enam daerah pemilihan (dapil) se-Sleman,” ujarnya di sela acara.

Selain itu, ada target maksimal. Yakni sedikitnya menambah dua kursi lagi, sehingga total menjadi delapan.

Sebagaimana diketahui, saat ini PPP Sleman memiliki tiga kursi DPRD Sleman. Mereka adalah Untung Basuki Rachmat dari dapil 6 yang meliputi wilayah Minggir, Moyudan, Seyegan, dan Godean.

Lalu Fika Chusnul Chotimah (dapil 5: Mlati, Gamping). Serta Nurlia Ardiyanti Putri (dapil 2: Ngaglik, Pakem, Cangkringan).

Sementara itu, kehadiran Sadar Narima akan membuka peluang untuk kursi DPRD DIY dari dapil Sleman utara.
Yazid optimistis dengan oengalaman dan kekuatan elektoral Sadar Narima dalam pemilu legislatif.

“Konsolidasi internal terus berjalan. Masih banyak juga kader lama potensial untuk mendongkrak suara dan perolehan kursi dewan. Nanti akan dilihat lagi konfigurasinya,” lanjut tokoh asal Dakowan, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Yazid berharap, sukses PPP bukan hanya keberhasilan mendudukkan kadernya di kursi DPRD. Tapi lebih dari itu ketika mereka sudah duduk di kursi dewan. Kiprah mereka harus ada dan nyata untuk kepentingan umat.

Di sisi lain, Sadar Narima mengatakan, bergabung dengan PPP adalah pilihan rasional untuk membukukan minimal satu fraksi DPRD DIY dan DPRD Sleman. “Kami sangat optimistis,” tegasnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Contohnya di DPRD Kota Jogja. Dari semula hanya ada seorang wakil, kini menjadi empat sehingga bisa membentuk fraksi sendiri. eperti kota dr 1 orang jd 4 (1fraksi).

“Ke depan, di DPRD Sleman juga harus bisa terbentuk satu fraksi dengan minimal keterwakilan dari enam dapil,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *