Home / Wisata dan Kuliner / Mengenal Masakan Khas Kraton

Mengenal Masakan Khas Kraton

Kolak Ati Sapi

Masakan khas Keraton Yogyakarta, sebagai salah satu lauk makan siang sultan, yang bahan utamanya adalah hati sapi atau hati kerbau. Cara membuatnya, hati sapi yang sudah dipotong-potong, diuleni dengan gula merah, air asem, dan garam, kemudian dibakar dengan diberi arah (santen kental yang sudah dimasak). Setelah masak, lalu diletakkan di panjang.

Lidah Asap

Salah satu jenis menu makan siang Sultan Hamengku Buwana VIII, yang bahan utamanya adalah lidah sapi. Cara membuatnya, pertama-tama lidah sapi direbus lalu dipotong-potong agak besar, kemudian dijepit dengan bambu seperti jadah manten. Proses berikutnya lidah dilumuri dengan mentega, lalu dibakar. Setelah masak, disajikan di atas panjang. Masakan ini disebut juga Asin Lidah.

Sate Gendon

Salah satu jenis menu kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Sate gendon dibuat dari gendon (uret atau ulat) pohon salak yang dilumuri mentega dan diberi bumbu sate, kemudian dibakar. Makanan tersebut diyakini mampu menambah stamina seseorang menjadi lebih kuat.

Semur Burung Gelatik

Salah satu jenis menu makanan kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Cara membuatnya, beberapa ekor burung gelatik yang sudah dikuliti bersih, dihilangkan bagian kepalanya, kemudian dimasak dengan diberi bumbu bawang merah, gula merah, lada, pala, cengkeh, kayu manis, mentega dan garam.

Betutu

Salah satu jenis menu makanan kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Betutu bahan utamanya daging ayam. Cara membuatnya, daging seekor ayuam dibuang tulang dan isi perutnya, dengan menyisakan bagian sayap dan bagian kaki sebatas lutut. Pada bagian perutnya diisi dengan daging cincang rebus, kemudian dijahit menjadi utuh kembali. Setelah itu baru dimasak dengan diberi bumbu bawang merah, bawang putih, jahe, lada, kemiri, daun salam, lengkuas, batang serai, dan gula merah, lalu ditambah dengan santan kental (santan kanil) agar menghasilkan areh.

Dendeng Age

Salah satu jenis menu makanan kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Dendeng Age dibuat dari daging sapi yang dihaluskan dan diberi santan kental, daun salam, batang serai, ketumbar, kemiri, lada, bawang merah, bawang putih, dan gula merah. Kemudian daging sapi halus tersebut dibentuk dengan kepalan tangan, ditusuk seperti sate, dan dipanggang diatas bara api hingag kering sambil dibubuhi areh (santan kental yang sudah di masak).

Mau atau sedang di Jogja ? kesulitan armada ? hub 087849378899

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *