Jakarta,REDAKSI17.COM – Dalam beberapa waktu terakhir, meningkatnya ketegangan geopolitik dunia kembali menjadi perhatian. Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi global saat ini memiliki kemiripan dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua.
Melalui pernyataannya di platform X pada 19 Januari 2026, SBY mengatakan bahwa setelah mengikuti perkembangan dunia selama beberapa tahun terakhir, terutama dinamika global dalam beberapa bulan terakhir, ia melihat adanya potensi risiko krisis besar yang dapat memengaruhi stabilitas internasional.
Sejumlah pengamat menilai meningkatnya konflik antarnegara, persaingan kekuatan militer, serta ketidakstabilan ekonomi global menjadi faktor yang membuat situasi geopolitik semakin kompleks. Kondisi ini memunculkan diskusi mengenai tantangan terhadap perdamaian dan keamanan dunia.
Pada saat yang sama, masyarakat global juga menghadapi tantangan lain seperti perubahan iklim, bencana alam, dan krisis lingkungan. Banjir besar yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang menjadi salah satu pengingat bahwa bencana dapat terjadi di wilayah yang sebelumnya dianggap relatif aman.
Generasi muda semakin menyadari bahwa masa depan mereka tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi dan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan manusia untuk menghadapi berbagai krisis yang tidak terduga.
Situasi tersebut juga memunculkan pertanyaan dalam dunia pendidikan. Beberapa pihak menilai bahwa sekolah tidak hanya berperan dalam memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membantu siswa mengembangkan kemampuan bertahan, beradaptasi, dan mengambil keputusan dalam kondisi darurat.





