Home / Politik / AHY Salurkan Bansos Hasil Lelang Lukisan Kuda Api SBY, Perkuat Persaudaraan di Singkawang

AHY Salurkan Bansos Hasil Lelang Lukisan Kuda Api SBY, Perkuat Persaudaraan di Singkawang

Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya SBY kepada masyarakat di Singkawang, Kalimantan Barat. Inisiatif ini memperkuat persaudaraan lintas budaya dan semangat berbagi menjelang Festival. (AntaraNews)

Singkawang,REDAKSI17.COM – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, khususnya komunitas Tionghoa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Penyaluran bansos ini menjadi bagian penting dari upaya Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat kepedulian dan berbagi. Kegiatan ini juga bertepatan dengan momen menjelang perayaan Festival Cap Go Meh yang merupakan tradisi budaya penting di kota tersebut.

Bantuan sosial yang disalurkan ini memiliki nilai istimewa karena bersumber dari hasil lelang lukisan berjudul “Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lukisan tersebut berhasil terjual senilai Rp6,5 miliar, dan seluruh hasilnya didedikasikan untuk kegiatan kemanusiaan. AHY menjelaskan bahwa penyaluran ini tidak hanya terbatas di Singkawang, tetapi juga akan terus menjangkau daerah-daerah lain yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan di Singkawang dilakukan di Vihara Panca Saddha, sebuah lokasi yang sarat makna bagi masyarakat setempat. AHY menegaskan bahwa pemberian bantuan ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas budaya serta semangat berbagi yang kental, terutama di bulan suci Ramadan. Bantuan tersebut menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan etnis, mencerminkan nilai-nilai keberagaman Indonesia.

Makna dan Sumber Dana Bantuan Sosial AHY

Bantuan sosial yang disalurkan oleh AHY merupakan wujud nyata dari komitmen kemanusiaan yang didukung oleh hasil lelang lukisan “Kuda Api” karya Susilo Bambang Yudhoyono. Lukisan tersebut, yang terinspirasi dari shio tahun 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, berhasil dilelang dengan nilai fantastis Rp6,5 miliar. Seluruh dana tersebut sepenuhnya didedikasikan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, keberanian, dan semangat pantang menyerah, sebuah nilai yang juga ingin disampaikan melalui lukisan ini. AHY menjelaskan, “Pak SBY mendedikasikan lukisan Kuda Api yang melambangkan energi, semangat, kerja keras, dan tekad untuk mencapai cita-cita. Alhamdulillah, lukisan itu terjual melalui lelang dengan nilai Rp6,5 miliar. Seluruh hasilnya didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan dan sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, di mana pun berada,”. Karya seni ini bukan sekadar lukisan, melainkan simbol kepedulian sosial yang menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat yang melandasi penyaluran bantuan ini adalah kemanusiaan dan kepedulian tanpa memandang latar belakang penerima manfaat. AHY menekankan pentingnya membantu sesama tanpa melihat suku, agama, ras, atau etnis. Indonesia, dengan keberagamannya, menjadi landasan kuat bagi semangat ini, dan Kota Singkawang adalah contoh nyata harmoni tersebut.

Semangat Persaudaraan dan Harmoni di Singkawang

Penyaluran bantuan sosial di Vihara Panca Saddha, Singkawang, memiliki makna mendalam, terutama karena dilakukan menjelang perayaan Festival Cap Go Meh. Momen ini menegaskan pesan persaudaraan lintas budaya dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Masyarakat Singkawang dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman, menjadikannya lokasi yang ideal untuk kegiatan ini.

AHY menyatakan, “Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di Kota Singkawang kita bisa melihat contoh harmoni itu.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan. Bantuan yang disalurkan menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang, menunjukkan komitmen untuk merangkul semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi.

Kegiatan ini juga menjadi cerminan dari semangat kepedulian yang ingin terus dihadirkan oleh Partai Demokrat, khususnya di bulan Ramadan. AHY berharap bahwa apa yang telah dilakukan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan. Inisiatif ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan di antara warga.

Komitmen Partai Demokrat dan Apresiasi Masyarakat

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau berbagai kalangan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian. Kegiatan penyaluran bansos ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Partai Demokrat ingin terus menghadirkan semangat positif, peduli, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian menuju peringatan 25 tahun Partai Demokrat pada September 2026. Momentum ini diharapkan dapat menjadi penguat komitmen partai untuk terus melayani dan berjuang bersama rakyat.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, yang juga putra asli Kalimantan Barat, menyampaikan apresiasinya terhadap kesederhanaan dan ketulusan masyarakat Singkawang. Herzaky saat ini juga menjabat sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Herzaky menuturkan, “Mas AHY sangat tersentuh dengan sambutan hangat masyarakat Singkawang. Sederhana dan penuh ketulusan. Pesan Mas AHY, masyarakat tidak pernah meminta banyak. Kita yang harus peka, membantu apa yang kita bisa, memberikan apa yang masyarakat butuhkan.” Hal ini menunjukkan kedekatan AHY dengan masyarakat dan pemahamannya terhadap kebutuhan mereka.

Sumber: AntaraNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *