Home / Nasional / Alasan Prabowo Murka di Balik Peringatan MSCI

Alasan Prabowo Murka di Balik Peringatan MSCI

Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. IG @sekretariat.kabinet)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto marah besar menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti transparansi pasar modal Indonesia.
Pengumuman MSCI tidak hanya menyebabkan runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetapi juga berpotensi mencoreng kehormatan negara di mata global.

Pernyataan ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, yang menjabat utusan khusus Presiden sekaligus adik kandung Prabowo.

“Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam,” ungkap Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF), di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hashim mengatakan, marahnya Prabowo juga dipicu banyak investor ritel yang menjadi korban. Selain itu, peringatan MSCI juga disebut mempertaruhkan reputasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Investor ritel, banyak yang menjadi korban, kan? Banyak yang menjadi korban. Jadi ini sangat penting,” jelasnya.

Hashim menambahkan, pemerintah akan mengawasi otoritas pasar modal lebih ketat. Penguatan pengawasan ini dilakukan untuk menjaga kehormatan negara.

“Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat,” imbuhnya.

Respons Bursa Efek Indonesia
Menanggapi hal tersebut, BEI berterima kasih dengan pemerintah. Amarah dan rencana memperketat pengawasan pasar modal ini juga dianggap sebagai dukungan terhadap pasar modal ke depan.

“Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah,” ungkap Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Jeffrey mengatakan, pemerintah memberi dukungan kepada pejabat BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. Ia juga mengaku akan mempercepat reformasi pasar modal.

“Beliau memberikan support bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal yang penting dan perlu dilakukan dalam sesegera mungkin. Dan itu akan kami lakukan,” jelasnya.

IHSG Rontok Gara-gara MSCI
Sebagai informasi, IHSG sempat melemah hingga 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026) menyusul pengumuman MSCI. Pada hari yang sama, IHSG bahkan sempat trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham di sesi II perdagangan.

Langkah trading halt juga diambil BEI setelah IHSG melemah 8% pada sesi I perdagangan Kamis (29/1). Meski terjadi trading halt, IHSG kembali menguat di penutupan perdagangan meski masih terkoreksi 1,06% ke level 8.232,20.

Adapun dalam pengumumannya, MSCI menyoroti terkait kepemilikan saham dan free float saham di Indonesia. Indeks global ini memberi waktu bagi otoritas pasar modal Indonesia untuk memenuhi aspek transparansi hingga Mei 2026.

Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia. Selain itu, jika perbaikan tak kunjung dilakukan, MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *