Terry/Gloria kandas di babak pertama All England 2026. (Foto: dok. PBSI)
Birmingham,REDAKSI17.COM – Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja gagal ke 16 besar All England 2026. Keduanya kandas usai memberi perlawanan ketat kepada Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Bertanding di Birmingham, Inggris, Selasa (3/3/2026), Terry/Gloria sedianya langsung tancap gas dengan mengambil poin kemenangan di gim pertama atas unggulan pertama dari China tersebut.
Namun, pasangan campuran Singapura-Indonesia itu gagal mempertahankan posisinya sehingga harus menelan kekalahan pada dua gim berikutnya. Duel game itu pun berakhir dengan skor 21-18, 18-21, 19-21.
“Pasti kecewa tidak bisa menang tapi kami sudah mencoba 100 persen, kami fight setiap poin tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang,” kata Terry dalam keterangannya melalui PBSI.
Terry sadar betul, All England menawarkan persaingan yang ketat bagi setiap pemain yang turun di turnamen paling bergengsi dan tertua tersebut. Makanya, saat undian keluar, ia juga tahu bahwa tak akan mudah baginya dan Gloria. Tetapi mereka yakin masih ada peluang jika mau berusaha.
“Jadi kami tidak mau menyerah sebelum tanding jadi tadi coba enjoy setiap poin,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Gloria. Menurutnya, kesempatan untuk menang di babak 32 ada, tapi sayang mereka tak mampu mengontrol keinginan untuk menang.
“Pasti di poin krusial itu kan kami berpikir ada peluang (untuk menang), kami pasti mau ambil tapi kami tidak bisa kontrol kemauannya. Jadi mainnya kurang tenang, kurang pas sentuhannya,” Gloria mengungkapkan.
“Lebih non-teknisnya tapi secara keseluruhan kami sudah mencoba yang terbaik. Penyesealannya mungkin di poin akhir saja tidak bisa take over.”
Lebih dari itu, Gloria juga menilai pengalamannya bermain berpasangan dengan Terry memberi pelajaran berharga untuknya.
Empat turnamen mereka lakoni dengan hasil terbaik semifinalis di German Open 2026. Tiga turnamen lainnya Indonesia Masters, Thailand Masters, dan terbaru All England.
“Empat turnamen bersama Terry menjadi pengalaman yang baru untuk saya dan mungkin juga untuk dia. Dengan typical mindset yang berbeda, antara saya dengan Terry, dengan pelatih saya dan dengan pelatih dia Terry jadi itu bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan. Senang sih,” kata Gloria.





