Home / Ekonomi dan Bisnis / Angka Ekonomi RI 2025 Akan Diumumkan, Cocokkah dengan Dompet Warga?

Angka Ekonomi RI 2025 Akan Diumumkan, Cocokkah dengan Dompet Warga?

Jakarta,REDAKSI17.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV dan sepanjang tahun 2025. Sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan akan berada di kisaran 5%, namun masih di bawah target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar 5,2%.
Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 di kisaran 5,07%. Menurutnya, output domestik bruto menunjukkan konsistensi meskipun dinamika global masih menahan laju ekspor.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal IV diproyeksi 5,26%. Secara keseluruhan 2025 diproyeksi tumbuh 5,07%,” kata David dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

David menjelaskan akselerasi pada kuartal IV-2025 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, sebagaimana tercermin dari data indeks transaksi belanja berbasis big data BCA, data ritel Bank Indonesia, transaksi elektronik, serta permintaan atas kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor.

“Belanja pemerintah termasuk belanja pegawai dan bantuan sosial juga tumbuh double digit. Ekspor juga tumbuh kencang karena banyak eksportir melakukan front running mengantisipasi tarif Amerika Serikat,” tuturnya.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede juga memperkirakan pertumbuhan kuartal IV dan sepanjang 2025 akan berada di sekitar 5%, namun sedikit di bawah target resmi pemerintah.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 diperkirakan berada di kisaran 5,25% yoy sehingga pertumbuhan sepanjang 2025 diperkirakan sekitar 5,07%,” tutur Josua.

Menurut Josua, keterbatasan tersebut lebih disebabkan oleh faktor eksternal seperti permintaan global yang cenderung tertahan, serta tekanan dari kebijakan dagang Amerika Serikat (AS). Di sisi lain permintaan dalam negeri justru menunjukkan perbaikan.

“Pendorong utama di triwulan IV-2025 tetap berasal dari permintaan domestik yang membaik. Dari sisi konsumsi rumah tangga, keyakinan konsumen masih kuat, persepsi ketersediaan lapangan kerja membaik sehingga menopang belanja masyarakat,” beber Josua.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan diumumkan BPS di kisaran 5,1-5,2%. Meskipun realitanya lebih rendah dari itu.

“Perkiraan saya, BPS akan mengumumkan angka sekitar 5,1-5,2%. Kendatipun kita semua tahu, ada banyak catatan termasuk pertumbuhan kuartal II-2025 yang diklaim BPS 5,12%, berbeda dengan perhitungan banyak pihak yang hanya 4,7-4,8%,” ucap Wijayanto.

Dari sisi pemerintah yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam proyeksi terbarunya ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada di kisaran 5,1-5,2%. Ia tidak menutup kemungkinan angkanya akan berada sedikit di bawah target dalam APBN.

Khusus kuartal IV-2025, Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,45%. Jika tercapai, itu berarti lebih besar ketimbang kuartal-kuartal sebelumnya dan menjadi angka tertinggi secara kuartalan.

“Mendekati 5,2% atau 5,1%, segitu lah. Ada kemungkinan (di bawah target APBN 2025), tetapi kita lihat nanti, kita nggak tahu, nanti salah lagi. Jadi saya nggak intervensi BPS, saya nggak tahu,” ujar Purbaya kepada wartawan di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *