Home / Daerah / Angkringan hingga Dawet Warnai Silaturahmi Idulfitri DIY, Angkat Ekonomi Kerakyatan

Angkringan hingga Dawet Warnai Silaturahmi Idulfitri DIY, Angkat Ekonomi Kerakyatan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Upaya mengangkat ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM tampak nyata dalam gelaran Silaturahmi Idulfitri Pemerintah Daerah DIY di Kompleks Kepatihan, Senin (30/03). Puluhan gerobak angkringan dan pelaku usaha kecil dihadirkan, menghadirkan beragam kuliner rakyat mulai dari soto, gorengan, dawet, hingga aneka jajanan tradisional yang langsung dinikmati masyarakat.

PIC UMKM, Tya, menyampaikan bahwa pelibatan pelaku usaha kecil ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang promosi dan transaksi bagi UMKM lokal.

Ia menjelaskan, persiapan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya mengingat jumlah tenant yang cukup banyak dan kebutuhan konsumsi yang tinggi. Setiap pelaku usaha bahkan menyiapkan ratusan hingga ribuan porsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hadir.

“Penyiapan sudah dilakukan sejak kemarin. Jumlahnya tidak sedikit, karena tiap tenant menyediakan ratusan sampai ribuan porsi, mulai dari gorengan, soto, hingga minuman seperti dawet,” jelasnya.

Menurut Tya, tingginya jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat eksistensi dan daya saing pelaku usaha lokal.

“Yang jelas kami sangat senang, karena momen ini bisa mengangkat UMKM. Harapannya masyarakat jadi tahu bahwa banyak UMKM di Yogyakarta yang berkualitas,” ungkapnya.

Dampak ekonomi juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha, salah satunya Parjono, pedagang angkringan asal Gunungkidul. Ia mengaku kegiatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM lain di sekitarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam satu gerobak yang mencapai lebih dari seribu porsi, dirinya harus menggandeng pelaku UMKM lain di lingkungan tempat tinggalnya. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat komunitas.

“Kalau bikin sendiri tidak mampu, dalam satu gerobak ini bisa seribuan lebih. Jadi saya menggandeng UMKM di sekitar. Ini sangat membantu dan memberi dampak positif bagi usaha kecil,” ujarnya.

Beragam menu disiapkan, mulai dari bakwan, tempe, risol, tahu, hingga aneka sate seperti usus, telur puyuh, dan bakso bakar. Sajian tersebut dilengkapi dengan nasi uduk dan sambal khas angkringan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Parjono yang sehari-hari berjualan di kawasan Giwangan ini juga mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan silaturahmi di Kepatihan. Ia merasa bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan yang tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan pimpinan daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil.

“Alhamdulillah ini pertama kali ikut. Kemarin kami didatangi panitia dan diajak bergabung,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Gun, pedagang lekker yang sehari-hari berjualan di kawasan Taman Siswa. Ia menilai keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan peluang tambahan penghasilan di tengah kondisi penjualan yang sempat menurun.

Ia mengaku dihubungi panitia untuk berpartisipasi dalam kegiatan halal bihalal di Kepatihan, dan langsung menyambut kesempatan tersebut dengan menyiapkan sekitar 700 porsi. Antusiasme masyarakat yang tinggi turut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan.

“Ini baru pertama kali saya ikut acara seperti ini. Begitu dihubungi, langsung saya iyakan. Alhamdulillah senang sekali, apalagi kemarin sempat sepi karena puasa dan cuaca juga,” ujarnya.

Menurut Gun, pelibatan UMKM dalam kegiatan besar seperti ini menjadi harapan bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkembang. Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan dikenal masyarakat luas.

“Kami berharap bisa terus dilibatkan di event seperti ini, supaya bisa menambah income juga,” ungkapnya.

Sebagai warga Yogyakarta, Gun turut menyampaikan harapannya di momen Hari Jadi ke-271 DIY. Ia berharap Yogyakarta semakin maju dengan perekonomian yang lebih kuat serta masyarakat yang tetap guyub rukun.

“Semoga Yogyakarta semakin maju, ekonominya lebih mapan, dan masyarakatnya tetap guyub rukun serta sejahtera,” tutupnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *