YOGYAKARTA | REDAKSI17.COM – Anies Baswedan kembali menegaskan bahwa persoalan air merupakan isu fundamental yang menentukan masa depan permukiman dan pembangunan kota di Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah diskusi di Karsa City Club, di mana ia menyoroti urgensi pembenahan tata kelola air yang selama ini kerap menjadi tantangan struktural di banyak daerah.
Dalam kesempatan itu, Anies juga memberikan apresiasi khusus kepada teman lamanya, Bambang Harimurti, yang dinilainya konsisten mendorong solusi konkret terkait penyediaan dan pengelolaan air bersih.
Dalam pidatonya, Anies menekankan bahwa air adalah elemen paling mendasar dalam peradaban manusia. Ia menegaskan bahwa keberadaan air menentukan terbentuknya desa maupun kota.
“What makes a place a city? Air. Tidak ada air, tidak ada kota. Tidak ada air, tidak ada desa. Tidak ada desa, tidak ada kota,” kata Anies dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya seperti dikutip KBA News, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut Anies, persoalan air tak bisa dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan fondasi bagi pembangunan ruang hidup yang layak dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti bagaimana setiap wilayah memiliki kondisi geografis dan tantangan yang berbeda, sehingga kebijakan tidak bisa menggunakan pendekatan satu template untuk semua.
Mendorong Kebijakan Air Nasional yang Adaptif
Anies menyebut bahwa diskusi dan aktivitas yang dilakukan bersama para pegiat kebijakan air diharapkan melahirkan policy toolkit yang bisa diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Namun ia menegaskan, rancangan kebijakan tersebut harus fleksibel dan mempertimbangkan karakteristik lokal.
“Kita bisa memastikan ada policy rujukan yang bisa dipakai seluruh Indonesia. Karena kita tidak bisa template di semua tempat, solusinya beda-beda.”
Dalam diskusi tersebut, Anies juga menyampaikan penghargaan terhadap tim yang selama ini bekerja melakukan reformasi sektor air di Jakarta. Menurutnya, upaya pembenahan distribusi air bersih, pengelolaan air tanah, hingga peningkatan layanan merupakan proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
Selama masa kepemimpinannya, reformasi tata kelola air menjadi salah satu fokus strategis, termasuk mendorong solusi jangka panjang untuk masalah penurunan muka tanah dan ketergantungan terhadap air tanah.





