Home / Nasional / Apa Saja Capaian 2025 & Target Tahun 2026 Pemerintahan Prabowo?

Apa Saja Capaian 2025 & Target Tahun 2026 Pemerintahan Prabowo?

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan menggelar retret Kabinet Merah Putih di Hambalang.

Dalam kesempatan itu, sejumlah program prioritas Presiden Prabowo dipaparkan perkembangan dan capaiannya di tahun pertama pemerintahan.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, mengungkapkan keberhasilan signifikan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada beras yang dicapai dalam waktu singkat.

Menurut Qodari, MBG yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

Hal itu disampaikan Qodari saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnnews di Studio Tribun, Palmerah, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

“Dalam waktu satu tahun, program MBG telah mencapai 55 juta penerima manfaat. Suatu prestasi yang sangat luar biasa karena negara-negara lain membutuhkan waktu jauh lebih lama. Brasil, misalnya, butuh sekitar 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima,” kata Qodari.

Saat ini, telah berdiri sekitar 20 ribu Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia. Program ini, kata Qodari, memberikan dampak ekonomi yang sangat konkret.

“Setiap hari, perputaran uang dari MBG ini mencapai sekitar Rp 885 miliar. Ini melibatkan pelaku ekonomi di tingkat akar rumput: supplier sayur, beras, buah-buahan, ikan, ayam, dan daging. Ekonomi benar-benar bergerak di lapangan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dampak penyerapan tenaga kerja pun sangat nyata. Satu SPPG membutuhkan sekitar 50 pekerja. Dengan 20 ribu SPPG, tercipta sekitar 1 juta lapangan kerja langsung.

“Belum kalau kita hitung dari sisi supplier. Jika satu SPPG dilayani 10 supplier, dan satu supplier mempekerjakan 5 orang, itu berarti tambahan 1 juta lapangan kerja lagi. Jadi, lewat MBG saja, tercipta sekitar 2 juta lapangan kerja,” jelas Qodari.

Lebih lanjut, dia menyebut mayoritas penerima manfaat MBG adalah anak sekolah, disusul ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Perputaran uang harian dari program ini kini mendekati Rp 1 triliun, yang terdistribusi merata ke seluruh Indonesia.

Capaian lain yang dipaparkan dalam retret kabinet adalah keberhasilan swasembada beras.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *