Home / Kesehatan dan Life Style / Apa yang Terkandung dalam Pisang Kluthuk ?

Apa yang Terkandung dalam Pisang Kluthuk ?

Pisang berbiji (Pisang Klutuk). Nenek moyang pisang modern yang masih alami dan berkhasiat membantu menurunkan risiko diabetes
Pisang yang memiliki biji, dikenal sebagai pisang batu atau pisang klutuk (Musa balbisiana), merupakan jenis pisang liar atau semi-liar yang berbeda dari pisang konsumsi sehari-hari seperti Cavendish atau Raja. Pisang modern umumnya tanpa biji karena proses domestikasi dan seleksi manusia yang membuatnya parthenocarpic (berbuah tanpa pembuahan) serta steril, sehingga diperbanyak melalui tunas anakan. Sebaliknya, pisang berbiji ini masih bereproduksi secara seksual melalui biji yang keras dan viable, menjadikannya sebagai “nenek moyang” genetik bagi varietas pisang unggul saat ini.
Ciri utama pisang klutuk adalah buahnya yang kecil hingga sedang dengan kulit hijau kekuningan saat matang, daging putih yang agak sepat dan kurang manis. Di dalamnya terdapat banyak biji hitam atau cokelat yang keras, bulat atau agak angular, sehingga saat digigit sering terdengar suara “klutuk-klutuk”. Tanaman ini memiliki batang kokoh, daun tebal, dan tahan terhadap penyakit serta kekeringan, sering tumbuh liar atau semi-liar di pekarangan, pinggir hutan, maupun kebun di berbagai daerah tropis Indonesia, termasuk Riau.
Meski jarang dimakan langsung karena bijinya yang mengganggu dan rasa yang kurang enak, pisang batu kaya nutrisi seperti serat, vitamin C, kalium, tanin, dan flavonoid. Kandungan tanin memberikan efek astringen yang bermanfaat dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, terutama gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, wasir, dan tukak lambung. Air rebusan atau perasan buah mudanya sering digunakan sebagai obat herbal.
Selain itu, pisang klutuk dipercaya membantu menurunkan risiko diabetes, mengatasi sariawan (dengan cara berkumur air perasan dicampur garam), serta memiliki sifat antiinflamasi, penurun panas, dan pelancar ASI. Biji pisang ini juga penting secara ilmiah sebagai sumber gen untuk pemuliaan tanaman pisang yang lebih tahan penyakit. Di beberapa daerah, buah mudanya diolah menjadi rujak atau campuran makanan tradisional agar lebih nyaman dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *