Home / Daerah / Apem Beras, Kuliner Ikonik Pasar Ngasem yang Lebih dari Sekadar Jajanan Lawas

Apem Beras, Kuliner Ikonik Pasar Ngasem yang Lebih dari Sekadar Jajanan Lawas

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan hingga kini ialah apem beras, jajanan tradisional yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan memiliki nilai historis serta budaya yang kuat, terutama di Jawa. Di DIY, kuliner tradisional ini pun eksis menjadi bagian dalam tradisi keagamaan dan adat.

Seperti, hadir dalam tradisi Ngapem yang dilakukan setahun sekali oleh Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tingalan Jumenengan Dalem (peringatan naik takhta Sultan). Pun, dalam tradisi Ruwahan Apem yang biasanya digelar menjelang bulan Ramadan.

Kata apem itu sendiri diyakini berasal dari bahasa Arab, yaitu “afuum” atau “affuwun” yang memiliki arti ampunan. Dalam tradisi Jawa, apem kemudian memiliki filosofi, yaitu ‘memohon ampunan kepada sang pencipta’. Oleh karena itu, apem hingga saat ini masih sangat lekat digunakan sebagai perwujudan simbol dalam ritual upacara tradisional Jawa, seperti syukuran, upacara selama kehamilan, sunatan, pernikahan hingga upacara kematian.

Saat ini, keberadaan camilan lawas bercitarasa manis dan gurih ini masih sering dijumpai di pasar-pasar tradisional, termasuk di Pasar Ngasem Yogyakarta. Makanan tradisional ini bahkan menjadi salah satu kuliner ikonik di Pasar Ngasem yang ramai diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

Pelaku usaha yang menjaga keberlangsungan kuliner tradisional ini di Pasar Ngasem adalah Apem Beras Bu Wanti. Usaha yang dirintis sejak era 1990-an ini, kini dikelola oleh generasi kedua, pasangan suami istri Ade Purwantiningsih dan Doni, yang tetap mempertahankan cita rasa serta cara pembuatan tradisional.

Apem beras diproduksi menggunakan tungku berbahan bakar arang, sebuah metode yang diyakini berpengaruh pada aroma dan tekstur khas apem beras. Harga satu apem beras ini pun terjangkau, sebesar Rp4.000,00.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *