Teheran,REDAKSI17.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat setelah muncul laporan bahwa Pentagon telah menyusun rencana invasi darat ke wilayah Republik Islam tersebut.
Dilansir melalui GB News (30/3/2026), rencana ini tengah dipersiapkan sebagai bagian dari opsi militer jika konflik terus memburuk.
Sejumlah pejabat pertahanan Amerika Serikat disebut telah merancang skenario operasi darat yang dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Ribuan tentara dan Marinir AS kini mulai dikerahkan ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung kemungkinan eskalasi tersebut.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan bukan invasi besar-besaran, melainkan operasi terbatas untuk merebut Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia.
Selain itu, Pentagon juga mempertimbangkan serangan ke wilayah pesisir dekat Selat Hormuz guna menghancurkan sistem persenjataan Iran yang dianggap mengancam kapal militer dan komersial.
Namun, rencana ini masih bersifat sangat rahasia dan belum diputuskan secara resmi oleh Presiden Donald Trump.
Gedung Putih menegaskan bahwa penyusunan rencana tersebut merupakan bagian dari kesiapan militer, bukan keputusan final untuk melancarkan invasi.
Di sisi lain, Iran merespons keras wacana tersebut.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pasukan Iran siap menghadapi invasi dan bahkan mengancam akan “membakar pasukan Amerika” jika mereka benar-benar mendarat.
Ia menegaskan bahwa rudal dan kekuatan militer Iran telah disiagakan, serta mengklaim bahwa pihaknya memahami kelemahan militer AS.
Sementara itu, Amerika telah mengirim Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang terdiri dari sekitar 2.200 personel untuk memperkuat posisi di kawasan.
Pasukan ini dikenal memiliki kemampuan melakukan serangan amfibi cepat ke wilayah pesisir.
Meski demikian, para analis militer memperingatkan bahwa operasi semacam ini sangat berisiko.





