
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Badan Pangan Nasional melakukan kunjungan kerja ke Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Jumat, (3/4/2026) untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pangan pokok pasca Hari Raya Idul Fitri.
Dalam pemantauan tersebut, ditemukan bahwa mayoritas harga komoditas pangan berada dalam kondisi stabil dan terkendali, bahkan sebagian besar masih di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI adalah Dr. Drs. Sarwo Edhy bersama Tim pemantauan yang didampingi oleh jajaran Polda DIY, Lurah Pasar, serta Dinas Perdagangan dan Pertanian setempat, mengecek langsung 11 bahan pokok penting. “Berdasarkan hasil pengecekan, harga beras premium tercatat Rp14.500 per kg, masih di bawah HAP sebesar Rp14.900 per kg. Sementara itu, beras medium dijual seharga Rp13.000 per kg, juga berada di bawah batas harga pemerintah yakni Rp13.500 per kg.” papar Edy saat ditemui seusai sidak.
Ia menambahkan, untuk komoditas hortikultura, cabai rawit merah berada di harga Rp65.000 per kg. Meskipun angka ini berada di atas harga acuan Rp58.000, Badan Pangan Nasional menilai harga tersebut masih dalam kategori normal mengingat rata-rata nasional saat ini masih di atas Rp70.000. Komoditas lain seperti cabai merah keriting justru berada di bawah harga acuan, yakni Rp30.000 per kg.
“Stabilitas harga juga terlihat pada sektor protein/seperti Telur ayam yang Rp27.000 per kg (HAP Rp30.000), Daging ayam dikisaran Rp37.000 sampai Rp38.000 per kg (HAP Rp40.000), serta Daging sapi Terkendali di kisaran Rp138.000 sampai Rp140.000 per kg untuk kualitas biasa, dan Rp160.000 per kg untuk kualitas premium tanpa lemak, dan juga Ikan sebagai sumber protein, ikan tersedia dengan harga bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per kg sesuai kualitas.” pungkas Edy.
Selain itu, komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dijual Rp30.000 per kg (jauh di bawah HAP Rp45.000) dan bawang putih berkualitas bagus seharga Rp32.000 per kg. Untuk minyak goreng subsidi, Minyakita dijual seharga Rp15.500 per liter, lebih rendah dari HAP yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Pemerintah berharap ke depannya pengelolaan Minyakita dapat dikelola 100% oleh BUMN Pangan seperti Bulog dan ID Food guna memastikan stabilitas harga secara nasional.
Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Kabupaten Gunungkidul, Chairul Agus Mantara menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya sesuai arahan Menteri Dalam Negeri untuk menjaga stabilitas pangan. “Alhamdulillah, Gunungkidul terkendali dan kami terus memberikan dorongan kepada semua rekan di sektor perdagangan dan pangan untuk menjaga kestabilan ini,” ungkapnya dalam kesempatan tersebut. Dengan akses pangan yang mudah dan harga yang terjangkau, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sejalan dengan program pemerintah untuk mencerdaskan generasi menuju Indonesia Emas 2045.


