
JAKARTA,REDAKSI17.COM – Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola data pangan sebagai dasar pengambilan kebijakan publik di Ibu Kota. Tanpa sistem pencatatan yang akurat dan real time, klaim surplus pangan dinilai berisiko menyesatkan arah kebijakan daerah.
Hal itu disampaikan Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Riano P. Ahmad, saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi Partai NasDem terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan.
Riano mengingatkan bahwa Jakarta memiliki karakter khusus sebagai pusat distribusi dan wilayah transit perdagangan pangan nasional. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat data ketersediaan pangan di Jakarta rentan disalahartikan apabila tidak ditopang sistem pencatatan keluar-masuk komoditas yang memadai.
“Di dalam naskah akademik menyebutkan adanya kondisi surplus ketersediaan pangan, akan tetapi surplus tersebut bersifat semu, dikarenakan DKI Jakarta juga berfungsi sebagai wilayah transit perdagangan pangan nasional,” ujar Riano, Senin (9/2).
Ia menjelaskan, ketiadaan sistem pencatatan pangan secara real time berpotensi memunculkan bias dalam perumusan kebijakan, khususnya terkait penetapan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Akibatnya, kebijakan yang diambil bisa tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Menurut Riano, meskipun rancangan Perda telah memuat pengaturan mengenai sistem informasi pangan, namun belum secara tegas menetapkan kewajiban pelaporan data, standar data yang digunakan, serta integrasi antar pemangku kepentingan, dan lintas wilayah.
Karena itu, Fraksi Partai NasDem mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan Sistem Informasi Pangan Daerah yang terintegrasi dan berbasis data real time, sebagai fondasi kebijakan pangan yang lebih akurat dan berkelanjutan.
“Setiap BUMD bidang pangan, pengelola pasar induk, distributor utama, dan pelaku usaha logistik strategis wajib menyampaikan data secara berkala dan/atau real time, sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Riano.


