Home / Ekonomi dan Bisnis / Bank Mega Cetak Laba Rp 3,36 Triliun, Naik 28%!

Bank Mega Cetak Laba Rp 3,36 Triliun, Naik 28%!

Foto: Website www.bankmega.com

Jakarta,REDAKSI17.COM – Di tengah kondisi industri perbankan yang masih menghadapi tekanan suku bunga dan persaingan likuiditas, PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) mencatat kinerja keuangan yang baik, tercermin dari perolehan laba, asset, serta sejumlah indikator profitabilitas utama.
Sepanjang 2025, laba bersih Bank Mega tercatat meningkat sebesar 28% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Profit Before Tax (PBT) menjadi Rp 4,16 triliun atau tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,26 triliun.

Sementara Profit After Tax (PAT) menjadi Rp 3,36 triliun atau naik sebesar 28% dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,63 triliun.

Perolehan laba Bank Mega ini dikontribusikan melalui kenaikan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp 2,79 Triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp 1,82 Triliun, dan langkah efisiensi yang dijalankan secara disiplin.

“Pencapaian ini merupakan suatu hal yang disyukuri oleh Bank Mega, karena mampu diraih di situasi kondisi perekonomian relatif cukup menantang. Sementara itu, total aset Bank Mega meningkat 4% menjadi Rp 140,83 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 134,92 triliun,” kata Corporate Secretary Bank Mega, Christiana M Damanik dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

Dari sisi intermediasi, Kredit tumbuh 4% menjadi Rp 67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 64,65 triliun. Komposisi terbesar total kredit Bank Mega berasal dari sektor korporasi sebesar Rp 46,30 triliun atau memiliki share sebesar 69%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan menjadi Rp104,13 triliun, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp 91,67 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, namun saldo CASA meningkat 2% menjadi Rp 28,14 triliun dari Rp 27,57 triliun pada periode sebelumnya.

Upaya penurunan cost of fund terus dilakukan dan berhasil dijaga berada pada level yang kompetitif hingga akhir 2025, meskipun industri perbankan masih berada dalam lingkungan suku bunga yang relatif tinggi.

Berikut adalah pencapaian rasio keuangan tahun buku 2025:
Capital Adequacy Ratio (CAR) : 30,49%
Return on Assets (ROA) : 3,10%
Return on Equity (ROE) : 15,54%
Loan to Deposit Ratio (LDR) : 64,48%
Non-Performing Loan (NPL) Gross : 1,65%
Net Interest Margin (NIM) : 4,18%
BOPO : 69,12%

“Manajemen menilai bahwa pertumbuhan kinerja Bank Mega pada 2025 mencerminkan perbaikan fundamental bisnis. Ke depan, Bank Mega akan terus menyesuaikan strategi bisnisnya untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder Bank Mega,” terang Christiana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *