Home / Politik / Benarkah SBY Cuma Dukung Presiden Prabowo 2 Periode Tanpa Wapres Gibran?

Benarkah SBY Cuma Dukung Presiden Prabowo 2 Periode Tanpa Wapres Gibran?

Solo,REDAKSI17.COM – Pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendukung penuh pemerintah Presiden Prabowo Subianto selama dua periode, kini menjadi sorotan luas.

Pasalnya, SBY tidak menyebutkan dukungannya kepada Wakil Presiden GIbran Rakabuming Raka.

Hal ini menimbulkan asumsi SBY atau Partai Demokrat sudah menyiapkan kader sendiri untuk menggantikan Gibran sebagai Wakil Presiden.

Ketika asumsi ini berkembang luas, tiba-tiba Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Afriansyah Noor mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah pada Minggu (8/2/202).

Afriansyah Noor membantah kedatangannya itu terkait dukungan politik SBY atau Partai Demokrat.

Afriansyah memastikan kedatangannya itu spontan dan hanya silaturahmi pribadi.

Meski begitu, Afriansyah tak mengelak ketika dimintai komentarnya terkait SBY yang tidak menyebut nama Gibran dalam dukungan politiknya.

Afriansyah Noor mengatakan, terkait partai dia tidak terlalu mau memcampuri.

“Karena memang saya bukan kapasitas sebagai orang yang mengambil keputusan, walaupun saya wakil sekjen,” katanya dikutip surya.co.id dari tayangan Kompas TV pada Minggu (8/2/2026).

Saat ditanya apakah SBY hanya mendukung Prabowo saja, tanpa satu paket dengan Gibran, Afriansyah tidak memberikan jawaban yang jelas.

Dia hanya menegaskan akan menjalankan tugas yang diamanahkan padanya sampai dengan periode 2029.

“Kalau saya sementara ini berasumsi kami di kabinetnya Pak Prabowo Gibran ini melaksanakan tugas yang diberikan Pak Prabowo terhadap kami yang ada enam orang, baik wakil menteri dan empat orang satunya Menko, tiganya menteri.

Kami menjalankan tugas agar selesai semua tugas-tugas ini sampai dengan periode 2029. Jadi tidak ada bicara apa-apa,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam Yudhoyono Dialog Forum yang digelar di Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (4/2/2026).

Dalam pemaparannya, SBY menyebut mendukung kesuksesan kepemimpinan nasional adalah tanggung jawab kebangsaan demi kepentingan seluruh rakyat.

Ia pun memberikan kata penutup dengan komitmennya mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Closing remarks saya harus menyampaikan bahwa saya mendukung Presiden Prabowo. Saya memberikan endorsement kepada Pak Prabowo. My classmate pada pemilu tahun 2024 yang lalu. Saya bahkan ikut berkampanye. Mengapa? Dan saya tetap memberikan pandangan-pandangan yang jernih kepada beliau hingga saat ini karena kita ingin presiden kita sukses,” tegas SBY.

Wasekjen Demokrat Ketemu Jokowi

Di tengah dukungan SBY kepada Prabowo, Wasekjen Partai Demokrat Afriansyah Noor menyita perhatian publik saat mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada Minggu (8/2/2026).

Mantan kader Partai Bulan Bintang itu menyebut pertemuan tidak membahas soal politik.

Kunjungannya pun spontan tanpa ada arahan dari petinggi partai.

“Sebagai yang pernah menjadi anak buah Pak Jokowi di periode 2022-2024, saya kebetulan sampai di Solo, saya teleponlah ajudan Pak Syarif agar bisa saya bersilaturahmi dengan Pak Jokowi sebagai mantan atasan saya, ya kan,” katanya.

“Nah, dulu juga Pak Jokowi pernah menikahkan putra-putri saya menjadi saksi menikah. Nah, tentunya hubungan emosional pribadi ini kan saya terus bangun silaturahminya,” imbuhnya.

Afriansyah mengaku tidak meminta waktu atau lapor ke SBY sebelum bertemu Jokowi.

Hal itu dilakukan spontan saat dia tiba di Solo, setelah menghadiri acara di Pacitan.

“Karena memang spontan saya menghubungi Pak Syarif itu ketika saya sampai di Solo. Nah, saya habis ee berkunjung ee ke salah satu SPPG yang ada di Kota Solo bersama Walikota Solo begitu,” ujarnya.

Afriansyah menegaskan, pertemuannya dengan Jokowi itu hanya soal urusan pribadi.

“Soal ya silaturahmi lama enggak jumpa bertanya bagaimana kesehatan Pak Jokowi. Beliau juga sebaliknya bertanya begitu. Kemudian kita ngobrol panjang lebar soal yang sudah-sudah kemarin yang artinya saya kembali lagi ke Wakil Menteri Ketenagakerjaan di kabinet Pak Prabowo yang sebelumnya juga saya menjadi wakil kepala badan halal ya kan. Tentunya ini ngobrol-ngobrol biasa, ngobrol-ngobrol biasa begitu ya,” katanya.

Demokrat Tegas Tak Terkait Polemik Ijazah Jokowi

Dalam pertemuan itu, Afriansyah juga menegaskan posisi Partai Demokrat yang tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan polemik ijazah Jokowi yang belakangan mencuat ke ruang publik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *