DANUREJAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama berbagai instansi melakukan kerja bakti bersih lingkungan melalui Gerakan Jogja Berhati Nyaman pada Jumat (6/2/2026). Kerja bakti bersih lingkungan dilakukan serentak di 14 titik tempat publik di seluruh kemantren di Kota Yogyakarta. Gerakan Jogja Berhati Nyaman itu juga menjadi implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Gerakan Indonesia ASRI arahan Presiden Prabowo sebetulnya menyemangati pemerintah untuk kita itu gotong royong. Kegiatan gotong royong sifatnya juga tidak berbiaya besar. Oleh sebab itu diharapkan dengan Gerakan Indonesia ASRI bisa bergotong royong membersihkan lingkungan di semua daerah.

“Program aman, sehat, resik, dan indah atau asri itu, memang kami sangat cocok sekali. Jadi satu chemistry kita bangun dari Yogya itu karena filosofi kami membangun memulai dari yang sederhana itu penting,” kata Hasto ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).

Pengurangan dan pembersihan dahan-dahan pohon di Jalan Malioboro dalam giat bersih lingkungan Gerakan Jogja Berhati Nyaman.

Sebelum arahan presiden, Pemkot Yogyakarta bersama masyarakat kerap mengadakan gotong royong membersihkan lingkungan seperti gerakan Jogja tanpa rumput dan bersih-bersih sungai. Termasuk bersih-bersih di lingkungan sekolah dengan Gerakan Reresik Sekolah. Dicontohkan kerja bakti membersihkan rumput di jalan dari Pojok Beteng Kulon sampai tempat parkir Ngabean.

“Bagi kami ya senang karena (program ASRI) sangat nyambung sekali dengan apa yang kita lakukan. Bahkan dua minggu sebelum imbauan korve (kerja bakti), kita korve dari Pojok Beteng Kulon sampai Ngabean. Besok Jumat (6/2/2026) ini kita korve di 14 titik. Nanti setiap Jumat kita korve,” paparnya.

Pembersihan sampah yang masuk di dalam saluran air hujan di pedestrian Malioboro.

Hasto menilai dalam kerja bakti bersih lingkungan perlu menggerakan bersama masyarakat. Pihaknya akan membuat surat edaran ke masyarakat agar membersihkan lingkungan di depan rumah, terutama rumput. Masyarakat diimbau tiap Jumat dengan keikhlasan untuk gotong royong bersih lingkungan. Hal itu menjadi upaya bersama untuk mewujudkan lingkungan ASRI dan menghidupkan Yogya Berhati Nyaman. “Menghidupkan Yogya berhati Nyaman itu juga sama dengan ASRI,” ujar Hasto.

Gerakan Jogja Berhati Nyaman pada Jumat (6/2/2026) salah satunya dilakukan di sepanjang Malioboro oleh beberapa organisasi perangkat daerah Pemkot Yogyakarta, bersama TNI/Polri. Armada pemadam kebakaran juga diturunkan untuk pembersihan pedestrian di Malioboro.

“Kami mempunyai tugas melakukan penyiraman awal untuk kawasan pedestrian Malioboro agar  mudah untuk dilakukan pembersihan. Khususnya pada fasilitas-fasilitas umum yang ada seperti bola-bola, tempat sampah, dan lantai-lantai yang nampaknya sudah banyak berlumut itu dibersihkan,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta Taokhid ditemui di Malioboro.

Sementara itu Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta, Dedi Budiono mengatakan dalam giat Gerakan Jogja Berhati Nyaman sasaran pertama adalah titik-titik yang teridentifikasi ada rumput yang liar gitu, ada tumpukan kotoran. Dia menyatakan Gerakan Jogja Berhati Nyaman akan menyasar seluruh lokasi di Kota Yogyakarta sehingga akan melibatkan masyarakat melalui surat edaran. Misalnya pemilik hotel dan toko menugaskan pekerja membersihkan lingkungan sekitar setiap Jumat sekitar 15 menit.

Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta didampingi Kepala DLH Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq saat memantau giat bersih Gerakan Jogja Berhati Nyaman. 

“Di kota itu sebetulnya sudah punya Perda mengenai Yogyakarta Berhati Nyaman. Sekarang bukti nyatanya kita laksanakan untuk menjaga Jogja ini bersih, sehat, indah, dan nyaman sehingga enak untuk dikunjungi wisatawan, kita juga hidup bisa nyaman,” tutur Dedi ditemui saat giat Gerakan Jogja Berhati Nyaman di Malioboro.

Dengan gerakan yang masif di seluruh kota, diharapkan terwujud Yogya bersih dan nyaman. Dedi menegaskan giat perdana Gerakan Jogja Berhati Nyaman sebetulnya juga untuk memberikan edukasi, mengajak masyarakat terlibat secara aktif menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq menambahkan sampah dan rumput  dari pembersihan Gerakan Jogja Berhati Nyaman di 14 kemantren akan dikumpulkan di salah satu titik dan akan diambil petugas DLH Kota Yogyakarta. Kemudian dibawa ke unit pengolahan sampah DLH Kota Yogyakarta.