Hari Pajak Nasional ini mulai diperingati sejak tahun 1945. Kata pajak pertama kali disebut oleh Ketua BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat dalam suatu sidang panitia kecil soal keuangan.
Pada peringatan Hari Pajak, rri.co.id akan mengajak anda untuk mengenal sosok Radjiman Wedyodiningrat, karena beliau adalah inspirasi dalam terciptanya Hari Pajak dan dinobatkan sebagai Bapak Pajak Indonesia yang diperingati setiap tanggal 14 Juli.
- Biografi Radjiman Wedyodiningrat
Biografi Singkat Radjiman Wedyodiningrat
Nama Lengkap : Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat
Nama Singkat : Radjiman Wedyodiningrat
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : 21 April 1879
Meninggal : 20 September 1952 (usia 73 tahun)
Pendidikan : Universitas Amsterdam (1910), School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (1903-1904)
Radjiman Wedyodiningrat merupakan salah satu tokoh penting pendiri Republik Indonesia, dengan perannya dalam badan BPUPKI juga dalam organisasi Budi Utomo.
Memiliki gelar dokter di usianya yang baru memasuki 20 tahun, serta berhasil mendapat gelar Master of Art pada usia 24 tahun, menunjukkan jika Radjiman merupakan sosok yang cerdas dan bersemangat.
- Seorang Dokter
Jauh sebelum dikenang sebagai Bapak Pajak Indonesia, Radjiman Wedyodiningrat lebih dikenal sebagai Dokter Rakyat. Dalam perjalanan karirnya, mengutip Liputan6.com, dia pernah menetap di tengah-tengah warga Ngawi yang tengah diserang wabah pes di tahun 1934. Dia juga aktif memberdayakan dukun bayi di daerah tersebut guna mencegah kematian ibu dan bayi saat melahirkan.
Dilansir dari Historia.id, Radjiman lulus dari Sekolah Dokter Bumiputera (Stovia) sebagai “dokter jiwa” pada 1898. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan di Belanda, Berlin, dan Paris serta dinobatkan sebagai dokter ahli bedah, ahli ilmu bersalin, dan ahli penyakit kandungan.
- Aktivis Perjuangan
Di tengah kesibukannya sebagai dokter, Radjiman juga terlibat aktif dalam pergerakan kaum intelektual di zaman perjuangan. Liputan6.com mewartakan, Radjiman ikut berperan dalam lahirnya organisasi Boedi Oetomo dan sempat menjadi ketua organisasi tersebut pada 1914-1915.
Ketika memimpin Boedi Oetomo, Radjiman mengusulkan pembentukan milisi rakyat di setiap daerah menyusul pecahnya Perang Dunia I. Usulan tersebut ditolak Pemerintah Belanda, dan sebagai gantinya Radjiman ditunjuk sebagai anggota Badan Perwakilan Rakyat (Volksraad). Setelah itu, Radjiman menjadi aktivis Committee van da Javasche Onwikkeling (Java Instituut) dan Indonesiasche Studie Club.
Dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Radjiman juga aktif menyebarkan aspirasinya melalui coretan pena. Dia sempat menerbitkan majalah Timbul yang digunakan sebagai sebagai wadah untuk aspirasi politiknya secara halus.
Sepak terjangnya itu yang membuat Radjiman kemudian dipercaya menduduki posisi-posisi penting semasa penjajahan Jepang. Karir tertingginya adalah sebagai Ketua BPUPKI dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pasca Indonesia merdeka.
Radjiman Wedyodiningrat tutup usia pada 20 September 1952 dan dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2013.
Itulah Biografi singkat Bapak Pajak Indonesia, Selamat Hari Pajak Nasional 2022, jangan lupa taat pajak ya.





