Home / Tokoh Kita / Biografi Utsman bin Affan 

Biografi Utsman bin Affan 

Utsman bin Affan adalah saudagar kaya yang termasuk dalam Assabiqul Awwalun atau orang yang pertama masuk Islam. Utsman memiliki kekayaan atas warisan dari ayahnya yang merupakan seorang pedagang sukses di Makkah.

Ketika ayahnya wafat, Utsman pun berhasil mewarisi keahlian ayahnya dan menjadi pedagang ternama di kota Makkah. Utsman bin Affan juga dikenal sebagai sahabat Abu Bakar As-Shiddiq karena sama-sama seorang pedagang.

 

Biografi Utsman bin Affan

 

Biografi Utsman bin Affan lahir di kota Thaif, Jazirah Arab pada tahun 579 Masehi atau 42 tahun sebelum Hijriah. Ayahnya bernama Affan bin Abi al-As bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab dan Ibunya bernama Arwa binti Kuraiz.

 

Utsman merupakan keturunan dari bani Quraisy yang terpandang. Sejak kecil, Utsman bin Affan sudah mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga ia bisa membaca dan menulis.

 

Beliau dikenal sebagai salah seorang yang pandai di kota Makkah. Ayahnya meninggal sebelum kedatangan Islam. Setelah mewarisi kekayaan ayahnya, Utsman pun berhasil menjadi pedagang yang kaya raya.

 

Walau sudah kaya sejak kecil, Utsman sangat terkenal dengan kedermawanannya dan tidak pernah sombong. Beliau berhasil melakukan ekspansi bisnis hingga ke Syam dan Habasyah.

Utsman bin Affan Memeluk Islam

 

Dalam menekuni usahanya, Utsman bin Affan dekat dengan Abu Bakar As Shiddiq yang juga merupakan rekannya dalam berbisnis. Saat Rasulullah mendapatkan wahyu, maka Abu Bakar menjadi salah seorang yang pertama memeluk Islam.

 

Pada saat itu, Abu Bakar melakukan perjalanan bisnis bersama dengan Ustman ke Suriah. Singkatnya, Abu Bakar pun mengajak Utsman bin Affan untuk masuk Islam dan bersyahadat kepada Rasulullah.

 

Utsman pun mantap memeluk Islam dan menyatakan keimanannya kepada Rasulullah. Oleh karena itu, Utsman bin Affan termasuk dalam assabiqul awwalun atau orang-orang yang pertama masuk Islam.

 

Ustman bin Affan juga mendapat julukan Dzun Nurain atau pemilik dua cahaya, karena beliau menikahi dua anak Rasulullah yaitu Ummu Kultsum dan Ruqayyah.

Keindahan Akhlak Utsman bin Affan

 

Utsman bin Affan memiliki akhlak yang mulia, beliau dikenal sebagai sosok yang pemalu dan rendah hati. Selain itu, Utsman juga terkenal dengan kedermawanannya hingga ke penjuru Arab.

 

Sifat pemalu Utsman tepatnya pada hal yang terpuji, seperti malu menyusahkan orang lain, mau berbuat keburukan dan malu menyia-nyiakan kehidupan. Bahkan Rasulullah pun pernah bersadba;

 

“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan semata-mata kebaikan.” (Muttafaqun ‘alaihi)

 

Utsman bin Affan terkenal sebagai sosok yang loyal, ia tidak segan-segan memberikan harta yang ia miliki untuk dakwah Islam. Salah satu kisah yang paling terkenal atas kedermawanan Utsman adalah ketika ia membeli sumur milik Yahudi dan diwakafkan untuk umat Islam.

Menjadi Khalifah Ketiga

 

Saat Rasulullah wafat, kepemimpinan Islam dialihkan kepada Abu Bakar As Shiddiq. Tidak lama menjabat, Abu Bakar meninggal dan mewasiatkan kepemimpinan Islam untuk dialihkan kepada Umar bin Khattab.

 

Dalam kepemimpinan Umar, Islam mengalami perkembangan yang pesat. Utsman bin Affan pun ikut andil dalam pemerintahan Umar sambil berbisnis di Madinah. Setelah sepuluh tahun menjadi khalifah, Umar meninggal dunia karena dibunuh oleh Abu Lu’luah.

 

Setelah itu, maka diadakan musyawarah untuk memilih khalifah yang selanjutnya. Ada enam calon khalifah yang diusulkan, yaitu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah.

 

Namun, empat dari enam orang tersebut mengundurkan diri, sehingga tersisa Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan. Singkatnya, Utsman lah yang dipilih dalam musyawarah untuk menjadi khalifah ketiga.

 

Selama menjabat, Utsman bin Affan memiliki banyak sekali jasa dalam perkembangan Islam. Pemerintahan Utsman berhasil menguasai Barqah, Tripoli Barat, bagian selatan negeri Nubah di Afrika, Armenia, Tabaristan, Amu Daria, negeri-negeri Balkha, Kabul, Harah, Haznah di Turkistan, Asia, dan Cyprus di Eropa.

 

Beliau juga membagi kekuasaan Islam menjadi 10 provinsi dengan masing-masing provinsi dipimpin oleh seorang Amir/Gubernur. Utsman bin Affan juga membangun kepolisian, pengadilan, pelabuhan, dan membukukan Al Quran.

 

Akhir Hidup Utsman bin Affan

 

Utsman wafat setelah 12 tahun menjadi khalifah. Beliau meninggal karena diburu oleh orang-orang yang tidak puas dengan kepemimpinannya. Beliau berhasil dikepung dalam kamarnya dan kepalanya dipukul dengan keras hingga meninggal dunia.

 

Begitulah biografi Utsman bin Affan. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan khazanah kita tentang sahabat Rasulullah SAW, Utsman bin Affan. Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Kesimpulan yang dapat diambil dari Biografi Utsman bin Affan adalah bahwa beliau merupakan sahabat yang memiliki peran besar dalam perkembangan Islam. Beliau merupakan khalifah ketiga yang menggantikan Umar bin Khattab yang mampu menyebarluaskan Islam ke berbagai negara. Utsman juga dijuluki sebagai Dzun Nurain yaitu pemilik dua cahaya. Wallahu’alam Bishawab.

 

Mari kita teladani akhlak terpuji dari Utsman bin Affan dalam kehidupan sehari-hari. Tanamkan niat yang lurus untuk mengikuti jejak kedermawanan beliau dan InsyaAllah, Allah akan membalas dengan balasan yang terbaik di dunia dan akhirat kelak. Aamiin Allahumma Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *