Home / Ekonomi dan Bisnis / Bos Agrinas Manut DPR Tunda Impor Mobil Pickup India

Bos Agrinas Manut DPR Tunda Impor Mobil Pickup India

Foto: Dok. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota

Jakarta,REDAKSI17.COM – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan pihaknya akan mengikuti arahan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda rencana impor 105.000 unit mobil pickup dari India.
Pernyataan ini disampaikan Joao setelah Sufmi Dasco meminta agar pemerintah menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 unit mobil dari India yang rencananya akan digunakan untuk keperluan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” kata Joao seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/2/2026).

Rencana Impor 105.000 Pickup dari India

Sebelumnya, kabar terkait rencana langkah impor mobil pickup oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M). Dalam laman resmi perusahaan mereka pada 4 Februari 2026, M&M mengumumkan akan menyuplai 35.000 unit pickup Scorpio.

Hingga pada 20 Februari 2026, Joao selaku Direktur Utama Agrinas mengonfirmasi rencana impor 105.000 mobil dari India tersebut kepada media Tanah Air. Ratusan ribu kendaraan tersebut terdiri atas 35.000 unit mobil pickup ukuran 4×4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pickup 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

Kabar ini kemudian menarik perhatian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menegaskan Indonesia saat ini sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan pickup secara mandiri, menjadi bukti kemandirian industri otomotif nasional sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi perekonomian.

Dalam pernyataan resminya, Agus menjelaskan apabila pengadaan kendaraan pickup 4×2 sebanyak 70.000 unit dipenuhi dari produksi dalam negeri, maka akan memberikan dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) sekitar Rp 27 triliun.

Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan jika dirinya sudah berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ia mengatakan rencana itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut dia, Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut.

Selain itu, dia menilai Presiden juga akan meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. “Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *