Home / Ekonomi dan Bisnis / Bos BEI Mengundurkan Diri, Kesalahan Fatalnya Terkuak!

Bos BEI Mengundurkan Diri, Kesalahan Fatalnya Terkuak!

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI).Foto: Ari Saputra/detikFoto

Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung keputusan Iman Rachman yang mundur dari Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah itu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab menyusul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat runtuh dua hari berturut-turut.
“Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Purbaya, Iman Rachman memiliki kesalahan fatal yakni tidak menindaklanjuti laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Laporan itu yang membuat IHSG anjlok karena ada ketentuan mengenai free float hingga potensi menurunkan peringkat BEI dari emerging market.

“Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain, dianggapnya ekonominya nggak stabil padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Purbaya menekankan tidak ada dampak apapun terkait pengunduran diri Iman Rachman sebagai Dirut BEI. Bendahara Negara itu justru melihatnya ini sebagai sinyal positif.

“Nggak ada (dampak), saya untung kalau dia mundur, bukan saya yang bayar juga gajinya, nggak ada (dampak) ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif,” kata Purbaya.

Dengan pengunduran diri Dirut BEI, kata Purbaya, investor akan melihat bahwa pemerintah merespons keruntuhan IHSG dengan cepat dan sungguh-sungguh. Ke depan, investor diklaim akan lebih yakin untuk berinvestasi di pasar modal.

“Artinya investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu, mestinya akan lebih yakin, bahwa arah ke depan agak lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI,” ujar Purbaya dengan optimis.

Purbaya beranggapan saat ini waktu yang tepat bagi investor untuk membeli saham. Ia optimis setelah ini pasar modal Indonesia akan lebih baik.

“Wah ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau yang ngerti mah, buy, serok-serok!” kata Purbaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *