Home / Nasional / Buntut Panjang Sultan Kukar ‘Duduk di Belakang’

Buntut Panjang Sultan Kukar ‘Duduk di Belakang’

Gubernur Kaltim Kunjungi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura usai ramai soal posisi tempat duduk. (dok Humas Pemprov Kaltim)

Kutai Kartanegara,REDAKSI17.COM – Masalah tempat duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Muhammad Arifin dalam acara peresmian kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (12/1) lalu kini berbuntut panjang. Penyelenggara dinilai tidak menghormati adat.
Situasi ini awalnya justru pertama kali disadari oleh Presiden Prabowo Subianto yang merasa tempat duduk Sultan Kukar kurang tepat. Namun Sultan Kukar dengan ramah berdiri dan memberikan hormat ketika namanya disebut.

“Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan kok ditaruh di belakang?” kata Prabowo sambil menunjukkan gestur tangan agar seharusnya duduk di depan.

Pemprov Klarifikasi
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Kaltim, Syarifah Alawiyah, menegaskan penataan tempat duduk dalam agenda kunjungan Presiden RI sepenuhnya menjadi kewenangan protokol Istana. Pihaknya hanya berperan sebagai pendukung dan tidak memiliki kewenangan mengubah susunan yang telah ditetapkan pusat.

“Kami hanya sebagai pendukung saja. Pada saat acara, tempat duduk sudah diatur protokol Istana, lengkap dengan nama, dan kami tidak bisa mengubah apa pun, bahkan saat acara berlangsung nyaris protokol provinsi itu tidak dibolehkan masuk, tapi hasil koordinasi kita boleh masuk tapi hanya dua orang,” katanya kepada detikKalimantan, Kamis (16/1/2026).

Ia menyebut susunan kursi mengikuti ketentuan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, yang mengatur urutan tata tempat pejabat negara. Dalam kondisi tersebut, posisi Gubernur Kaltim hingga Forkopimda pun berada di baris kedua karena keterbatasan kursi.

“Kami juga sempat protes karena Gubernur di baris kedua, tapi di depannya ada menteri dan DPR RI. Sebagai insan protokol, kami paham aturan itu,” jelasnya.

Gubernur Temui Sultan
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud lantas mengunjungi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kedaton. Ia bersilaturahmi sekaligus menyampaikan klarifikasi atas kegaduhan soal posisi duduk.

“Saya dilahirkan dari keluarga yang memiliki adat istiadat, tata krama, etika, sopan santun, dan menjunjung tinggi budaya timur, datang langsung kepada Sultan untuk bertabayyun dan bersilaturahmi,” ujar Rudy dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Kedatangan Rudy bersama istrinya disambut hangat Sultan Adji. Usai perbincangannya dengan Sultan Adji, ia menyampaikan soal posisi duduk menjadi pelajaran bagi pihaknya. Agar di setiap acara, penghormatan terhadap tokoh adat dan budaya selalu menjadi perhatian.

“Arahan dari Sultan agar kami sampaikan ke pusat agar menjadi introspeksi, bagaimana sebaiknya tata cara menempatkan raja dalam suatu acara yang dihadiri Presiden,” tuturnya.

“Kita berterima kasih juga kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah mengingatkan soal ini (mengingatkan posisi raja dalam sebuah acara),” ucapnya.

Kilang Pertamina Minta Maaf
Setelah Gubernur Kaltim, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) selaku tuan rumah acara juga menyampaikan permohonan maaf. VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan pihaknya akan melakukan kunjungan ke Kesultanan yang dijadwalkan pada Rabu (21/1).

“Sebagai bentuk apresiasi, PT KPB telah menyampaikan permohonan silaturahmi resmi pada Selasa (13/1), selanjutnya pada Rabu (14/1), juga melakukan kunjungan kepada kerabat Kesultanan dengan sepengetahuan Yang Mulia Ayahanda Sultan, dalam pertemuan itu disepakati rencana agenda pertemuan dengan Yang Mulia Ayahanda Sultan,” jelasnya dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Sebagai bentuk itikad baik, dalam agenda itu PT KPB akan menyampaikan apresiasi atas kehadiran serta permohonan maaf secara langsung atas ketidaknyamanan yang timbul, kepada Kesultanan dan masyarakat Kutai. Asep mengatakan hal tersebut merupakan bentuk keterbatasan kewenangan dan ketidaksempurnaan pihaknya dalam pelaksanaan kegiatan.

“Dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengurangi rasa hormat kepada Yang Mulia Ayahanda Sultan maupun marwah Kesultanan Kutai Kartanegara,” tegasnya.

“Sebagai tuan rumah kegiatan, PT KPB telah membangun komunikasi intens dengan kerabat Kesultanan. Dapat kami sampaikan bahwa komunikasi tersebut terus terjaga mulai dari pada saat kunjungan langsung ke kedaton kesultanan untuk menyampaikan informasi acara, lalu proses kedatangan, selama rangkaian acara berlangsung, hingga kepulangan ayahanda Sultan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *