|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati melakukan peninjauan langsung terhadap program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan di Kapanewon Tanjungsari, Selasa, (27/1/2026). Peninjauan ini dilakukan sebelum menghadiri agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musren) di tiga wilayah, yaitu Tanjungsari, Tepus, dan Semanu.
Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Susiati, seorang janda yang bekerja di sebuah rumah makan untuk menghidupi tiga orang anaknya. Kondisi keluarga ini tergolong ekstrem, di mana salah satu putrinya terbaring di tempat tidur selama lebih dari 20 tahun. “Sejak lahir prematur, tidak dapat melakukan aktivitas sama sekali maupun berkomunikasi secara verbal.” kata Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat ditemui sesuai melihat kondisi putri pertama Susiati.
Bupati Endah mengatakan, pembangunan rumah ini merupakan hasil sinergi yang cepat antara pemerintah setempat dan Baznas. Laporan awal yang disampaikan oleh Lurah segera ditindaklanjuti oleh Panewu (Camat) setempat, sehingga Baznas dapat segera turun tangan memberikan bantuan.
“Proses pembangunan rumah tersebut telah dimulai hari ini dan ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari ke depan agar segera bisa digunakan untuk berteduh oleh keluarga Ibu Susi.” kata Bupati.
Dalam kunjungannya, Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih proaktif dalam melaporkan temuan keluarga dengan kondisi luar biasa seperti ini kepada pihak berwenang.
“Saya juga mengajak Masyarakat untuk langsung berkomunikasi dengan Lurah, Panewu, Bupati, atau Baznas, tunjukkan lokasinya dimana dan kondisinya seperti apa sehingga dapat segera ditindaklanjuti.” kata Bupati Endah.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya peran zakat dalam membantu sesama. Melalui Baznas, dana zakat terbukti memiliki manfaat yang sangat besar untuk kemaslahatan umat, terutama dalam memberikan penanganan cepat bagi warga yang sangat membutuhkan bantuan rumah tinggal yang layak.
Susisati, penerima bantuan bedah rumah mengaku senang, Ia bercerita kalau setiap hujan atap rumahnya selalu bocor dan dingin.
“Senang setelah mendapat bantuan ini, rumahnya jadi layak untuk ditinggali.” ucapnya senang berbalut haru.



