Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Kritik Tajam Kualitas Data Musrenbang Kapanewon Panggang,Jangan Hanya Seremonial

Bupati Gunungkidul Kritik Tajam Kualitas Data Musrenbang Kapanewon Panggang,Jangan Hanya Seremonial

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul memberikan teguran keras terkait kualitas paparan dan administrasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan 2027 (Musrenbang) di Kapanewon Panggang, Kamis, (22/1/2026). Dalam kunjungannya yang ke-11 ke kapanewon, Bupati menilai paparan Kapanewon Panggang merupakan salah satu yang terburuk bersama dengan Ngawen dan Paliyan.

Bupati menyatakan kekecewaannya terhadap penyajian data yang dinilai tidak terstruktur dan sulit untuk dianalisis, “Teknis administrasi di mana soft file data kemiskinan terpecah menjadi tiga bagian dan paparan mengenai infrastruktur jalan kabupaten tidak mencantumkan detail tingkat kerusakan maupun volumenya, kalau seperti ini bagaimana kita akan mengintervensi aspirasi dari masyarakat.” ujarnya tegas.

Bupati menekankan bahwa Musrenbang tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus berbasis data detail agar masalah masyarakat dapat diselesaikan secara tepat sasaran.

Masalah kemiskinan menjadi fokus utama karena angka kemiskinan di wilayah ini dinilai masih sangat tinggi, Bupati menginstruksikan agar penanganan warga miskin ekstrem, seperti lansia yang tinggal sebatang kara atau warga yang tinggal di hunian tidak layak untuk disegerakan, “Tidak perlu menunggu anggaran APBD tahun berikutnya, Saya mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk berkolaborasi melakukan intervensi cepat.” kata Bupati Endah.

Selain kemiskinan, masalah infrastruktur yang mendesak adalah kurangnya lampu penerangan jalan. Panewu Panggang, Sustiwi melaporkan bahwa ruas jalan dari Kopi Panggang hingga kantor kapanewon sama sekali tidak memiliki penerangan, yang sering memicu kecelakaan lalu lintas.

Kapanewon Panggang memiliki penduduk sebanyak 31.291 jiwa, dari sisi pendidikan, masih terdapat tantangan besar dengan adanya 6.406 orang yang tidak sekolah dan 2.114 orang tidak tamat SD.” papar Panewu.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “Pinter” (Mencerdaskan kehidupan bangsa) melalui pemerataan akses pendidikan.

Panewu Panggang memaparkan bahwa wilayahnya didominasi oleh lahan kering seluas 6.786,5 hektar, “Warga sangat mengharapkan bantuan benih padi berumur pendek (70-80 hari) agar tetap bisa panen meski curah hujan sedikit.” ungkap Panewu Panggang.

Selain padi, Panewu Panggang mengatakan memiliki potensi besar pada komoditas cabai hijau dan peternakan kambing PE.

Di sektor pariwisata, Pantai Gesing menjadi sorotan karena adanya kendala pada Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP). Terjadi pendangkalan dan dampak longsor yang menyebabkan kapal nelayan berukuran besar sulit bersandar, sehingga mengganggu optimalisasi penangkapan ikan di wilayah tersebut.

Musrenbang ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Gunungkidul, jajaran anggota DPRD, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyerap aspirasi guna penyusunan RKPD tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *