Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Resmikan Kantor UPT PPA: Kado Spesial Hari Ibu untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Bupati Gunungkidul Resmikan Kantor UPT PPA: Kado Spesial Hari Ibu untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi meresmikan hasil rehabilitasi kantor Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) di bawah Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul, Sabtu siang, (20/12/2025). Peresmian gedung yang terletak di lingkungan Sewopo Projo ini diposisikan sebagai kado spesial dalam rangka memperingati Hari Ibu bagi seluruh perempuan dan anak di daerah tersebut. 

Pembangunan dan rehabilitasi gedung ini terilhami dari keprihatinan atas tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Gunungkidul. Berdasarkan laporan Plt. Kepala Dinas Sosial P3A, Markus Tri Munarja, UPT PPA telah menangani sebanyak 122 kasus, yang terdiri dari 38 kasus kekerasan terhadap perempuan, 83 kasus terhadap anak, dan bahkan 1 kasus yang melibatkan laki-laki.

“Selain kekerasan fisik, perhatian besar juga diberikan pada tingginya angka permohonan dispensasi nikah.” ungkap Plt Kepala Dinsos.

Ia mengatakan, tercatat ada sekitar 126 calon pengantin di bawah umur 19 tahun yang harus menjalani konseling.

“Gedung ini adalah manifestasi kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya,” ujar Markus Trimunarjah dalam laporannya. Fasilitas yang direhabilitasi dari bekas kantor Inspektorat dan Dinas Kebudayaan ini kini dirancang lebih representatif untuk menjalankan fungsi Penerimaan pengaduan dan identifikasi kasus, Pendampingan psikologis dan bantuan hukum melalui kolaborasi dengan kepolisian serta kejaksaan, dan Rehabilitasi sosial dan reintegrasi korban kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa gedung baru ini harus menjadi tempat yang aman dan nyaman (safe house) bagi para korban. Banyak korban kekerasan selama ini tidak berani melapor karena tidak memiliki tempat perlindungan yang memadai dan takut akan intimidasi jika harus kembali ke rumah.

 

 

Bupati Endah mengingatkan kembali bahwa perempuan adalah tiang negara, “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban konstitusional dan moral untuk menjaga masa depan bangsa.” ujarnya.

Ia berharap UPT PPA dapat memberikan pelayanan dengan hati, penuh empati, dan integritas melalui semangat “NES” (Normatif, Empati, Simpati, dan Solutif) yang diusung oleh dinas terkait.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati dengan didampingi oleh Ketua DPRD Gunungkidul, serta jajaran Forkopimda lainnya, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita di pintu masuk kantor.

Keberadaan kantor UPT PPA yang baru ini dapat diibaratkan sebagai sebuah payung besar yang kokoh di tengah badai. Ketika perempuan dan anak-anak menghadapi “hujan” kekerasan atau intimidasi, payung ini tidak hanya memberikan tempat berteduh yang kering (aman), tetapi juga memastikan mereka memiliki ruang untuk memulihkan diri sebelum kembali melangkah dengan kuat di bawah sinar matahari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *