Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan penebaran benih lele di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Rabu sore, (11/2/2026). Langkah ini diproyeksikan untuk mengintegrasikan hasil perikanan lokal dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penebaran benih ini merupakan bagian dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diberikan kepada KDMP Kalurahan Genjahan. Ketua Pengurus KDMP, Ahmad Ruslan Hani, menjelaskan bahwa pihaknya menerima tiga paket budidaya lele tematik dengan metode bioflok dimana setiap paket terdiri dari delapan kolam berdiameter enam meter, lengkap dengan peralatan, atap, bibit, obat-obatan, serta pakan untuk satu siklus.
“Satu kolam rata-rata berisi 2.500 bibit, sehingga total ada sekitar 20.000 bibit per paket. Kami menargetkan hasil panen bisa mencapai 20 ton yang nantinya diharapkan dapat menyuplai kebutuhan lauk-pauk bagi masyarakat serta mendukung dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG),” ujar Ahmad.
Bupati Endah Subekti menegaskan dukungannya sebesar 100% terhadap program MBG. Menurutnya, integrasi antara produksi lele lokal dengan dapur SPPG sangat krusial agar anak-anak sekolah mendapatkan asupan protein ikan yang segar, sesuai visi Presiden yang ingin mengoptimalkan potensi laut dan perikanan Indonesia.
“Kita harus pelajari, apakah dapur butuh lele utuh, dalam bentuk filet, atau potongan. Jangan sampai kolam sudah panen tapi bingung menjualnya karena ukurannya tidak sesuai standar dapur,” tegas Bupati.
Namun, Bupati memberikan catatan penting terkait standarisasi produk. Ia meminta pihak Kapanewon dan Kalurahan untuk mempelajari kebutuhan spesifik dapur SPPG, mulai dari ukuran ikan hingga bentuk penyajiannya.
Lurah Genjahan, Agung Nugroho menyampaikan harapannya agar keberadaan unit usaha perikanan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Ia mendorong adanya regulasi agar dapur-dapur SPPG di wilayahnya memprioritaskan pembelian bahan baku dari produk lokal, baik ikan dari KDMP maupun sayuran dari kelompok wanita tani (KWT) setempat.
“Kami berharap agar produk lokal, baik itu ikan maupun sayur dari KWT, dapat diserap oleh SPPG. Dengan begitu, ekonomi lingkungan benar-benar berputar,” ungkap Lurah Genjahan.
Selain budidaya ikan, lokasi ini juga akan dikembangkan sebagai sentra pertanian terpadu yang mencakup pertanian vertikultur dan peternakan, dimana limbah kolam lele akan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sayuran.
Terkait pengelolaan anggaran, Bupati mengingatkan bahwa dana KDMP yang bersumber dari negara melalui Agrinas berada di bawah pendampingan dan pengawasan Kejaksaan Agung. Hal ini dilakukan untuk memastikan program berjalan transparan dan memberikan keuntungan nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Gunungkidul, Lazarus Arintoko, jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan, serta unsur Forkopimkap Ponjong .



