Home / Daerah / Bupati Gunungkidul Tekankan Belanja Masalah dan Akurasi Data dalam Musrenbang Kapanewon Girisubo

Bupati Gunungkidul Tekankan Belanja Masalah dan Akurasi Data dalam Musrenbang Kapanewon Girisubo

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Kapanewon Girisubo menjadi titik ke-15 dalam rangkaian pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kapanewon untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Dalam forum strategis ini, Bupati menekankan perubahan metode Musrenbang dari sekadar pembagian pagu anggaran menjadi forum “belanja masalah” yang bersifat bottom-up dari tingkat kelurahan.

Diselenggarakan di Kantor Kapanewon Girisubo, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyoroti laporan global yang mencatat kerusakan infrastruktur jalan kabupaten sepanjang 17,4 km serta adanya 36 anak putus sekolah di Girisubo.

“Saya meminta data tersebut dipecah (breakdown) per wilayah, seperti di Song Banyu, Tileng, Karangawen, atau Ngelindur, serta diidentifikasi penyebabnya, apakah karena pernikahan dini, disabilitas, atau faktor lainnya.” ucap Bupati memberikan petunjuk.

 

Bupati juga menginstruksikan kepada Penewu Girisubo agar tidak langsung menelan mentah laporan dari lurah, melainkan melakukan verifikasi lapangan secara langsung. Jika terdapat persoalan mendesak yang bisa diselesaikan tahun ini dengan anggaran yang sah, maka pemerintah akan segera menindaklanjutinya tanpa harus menunggu tahun 2027.

“Ini tidak bisa hanya dilaporkan secara global. Kita harus tahu persoalannya di mana dan kenapa, supaya mudah kita selesaikan,” tegas Bupati di hadapan jajaran Kapanewon, Lurah, tokoh masyarakat, dan perwakilan OPD yang hadir.

 

Selain infrastruktur dan pendidikan, isu sosial dan kesehatan juga menjadi sorotan utama seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dimana terdapat 50 rumah yang membutuhkan penanganan.

“Untuk kasus yang ekstrem, penyelesaian tidak harus menunggu APBD tahun berikutnya. Dengan menggandeng Baznas, bantuan bisa langsung diberikan, terutama di musim hujan ini.” ujar Bupati.

 

Di Kapanewon Girisubo juga tercatat sebanyak 111 balita stunting dari total 870 anak di Girisubo. Bupati meminta verifikasi ulang mengenai domisili dan identitas anak-anak tersebut agar langkah intervensi dapat dilakukan segera.

 

Forum Musrenbang ini diharapkan menjadi pondasi yang kuat bagi pembangunan daerah. “Jika pondasinya kuat dengan cakar ayam yang kokoh, maka bangunan berikutnya akan kuat,” pungkas Bupati.

Pelaksanaan Musrenbang ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk jajaran Forkopimkap (Danramil dan Kapolsek), tokoh agama, tokoh pemuda, serta tim penggerak PKK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *