
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat untuk mengambil peran lebih strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Dalam audiensi bersama Kadin Kulon Progo, Agung menekankan pentingnya kemitraan antara pengusaha dan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah di Kulon Progo.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi para pengusaha lokal untuk terlibat dalam proyek pembangunan.
“Saya menyambut baik, Pemerintah Daerah memberikan kesempatan untuk bermitra. Mana yang bisa diambil oleh pengusaha untuk bermitra,” ujar Agung dalam audiensi di Kompleks Pemkab Kulon Progo, Jumat (23/1/2026).
Salah satu isu krusial yang disoroti Bupati adalah terkait potensi ekspor produk lokal yang dinilai masih belum stabil. Menurutnya, pelaku usaha lokal masih sering terkendala pada aspek keberlanjutan produksi.
“Ekspor itu Kulon Progo peluangnya agak tanggung bicara kualitas dan kuantitas serta kontinuitas. Bicara ekspor itu tak hanya sekadar kualitas, tapi apakah kuantitas masuk? Berani kontinuitas gak? Nah ini belum,” ungkapnya.
Untuk menyiasati hal tersebut, Pemkab Kulon Progo mendorong penggunaan merek bersama guna menembus pasar internasional.
“Kemarin kami menetapkan untuk pertarungan bisnis lokal dan nasional pakai merek masing-masing, tapi kalau ekspor kita pakai merek Kopi Menoreh. Kemudian juga yang sudah mampu itu gula semut,” tambahnya.
Terkait upaya menekan angka pengangguran, Bupati Agung memaparkan realita dari pelaksanaan bursa kerja _job fair_ yang telah digelar dua kali. Ia menyayangkan rendahnya partisipasi warga lokal dibandingkan pelamar dari daerah tetangga.
“Dua kali _job fair_, kebanyakan yang datang justru dari daerah lain seperti Magelang, Bantul, Purworejo. Ini lebih banyak dibandingkan yang Kulon Progo. Bukan karena tidak ada informasinya, kalau tidak ada informasinya kan orang luar daerah tidak tahu. Tapi ini ke pola pikir kita,” tegas Bupati.
Menanggapi arahan Bupati, Ketua Kadin Kulon Progo, Kuswadi, menyatakan kesiapannya untuk membawa Kadin bersinergi lebih erat dengan pemerintah dan investor demi kemajuan daerah.
“Yang dibahas agar Kadin lebih maju daripada yang sudah-sudah, bisa sinergi dengan Pemerintah Daerah, bisa sinergi dengan investor. Istilahnya ke depan kita harus lebih baik daripada yang sekarang,” tutur Kuswadi.
Dalam kesempatan tersebut, Kuswadi juga melaporkan rencana penyelenggaraan Musyawarah Kabupaten (Muscab) Kadin Kulon Progo yang akan menjadi momentum regenerasi organisasi.
“Ya intinya kami dari jajaran Kadin Kulon Progo pada tanggal 11 April 2026 mau mengadakan Muscab. Saya mohon dengan hormat Bapak Bupati mohon bisa rawuh (datang) dan sekaligus bisa membuka acara tersebut. Tempatnya di Novotel Temon,” pungkasnya.


