Jakarta,REDAKSI17.COM – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan perubahan besar-besaran jadwal turnamen mulai 2027. Indonesia Open termasuk salah satu yang terkena dampak signifikan dari evolusi ini.
Melalui laman resminya, BWF mengumumkan struktur baru Tur Dunia untuk periode 2027-2030. Perubahan ini tak hanya menyasar strategi komersial, tapi juga standar produksi demi meningkatkan profil global bulutangkis serta menciptakan pengalaman mendalam bagi para pemain dan penggemar.
“Inti dari evolusi ini adalah Tur Dunia BWF yang diubah, menampilkan 36 turnamen dalam struktur enam tingkat, dengan lima turnamen Super 1000 dan semua turnamen Super 100 sekarang sepenuhnya terintegrasi ke dalam tur untuk pertama kalinya,” tulis BWF seperti dikutip detikSport, Selasa (10/2/2026).
Format Baru: 11 Hari dan 48 Peserta
Salah satu inovasi paling mencolok adalah format turnamen Super 1000. Mulai 2027, kategori ini akan memainkan sistem gugur untuk sektor tunggal dengan 48 entri (biasanya 32), serta 32 entri untuk sektor ganda.
Waktu pelaksanaan pun diperpanjang menjadi 11 hari yang mencakup dua akhir pekan. Ini berbeda jauh dengan format saat ini yang biasanya digelar selama enam hari (Selasa hingga Minggu).
Indonesia dipastikan tetap menjadi tuan rumah Super 1000 melalui Indonesia Open. Namun, Indonesia kini punya “teman” baru di level tertinggi ini, yakni Denmark yang naik kelas dari Super 750 menjadi host Super 1000, menyusul China, All England (Inggris), dan Malaysia Open.
Hadiah Uang Meroket BWF juga mengonfirmasi kenaikan total hadiah uang (prize money) di semua tingkatan:
Super 1000: Naik menjadi 2 juta dolar AS (dari 1,45 juta dolar pada 2026).
Super 750: Naik menjadi 1,1 juta dolar AS.
Super 500: Naik menjadi 560 ribu dolar AS.
Super 300: Naik menjadi 290 ribu dolar AS.
Super 100: Naik menjadi 140 ribu dolar AS.
BWF World Tour Finals: Total hadiah fantastis mencapai 3 juta dolar AS.
Selain Tur Dunia, format Kejuaraan Dunia mulai 2027 juga akan menggunakan babak penyisihan grup sebelum masuk ke fase sistem gugur. Sementara untuk Final Piala Thomas & Uber (mulai 2028) serta Final Piala Sudirman (mulai 2027), jumlah peserta resmi ditambah menjadi 24 tim.





