Home / Ekonomi dan Bisnis / BYAN Genjot Capex 2026 hingga Rp5,07 T, BBNI Siapkan Buyback Rp905 M Saat IHSG Terkoreksi

BYAN Genjot Capex 2026 hingga Rp5,07 T, BBNI Siapkan Buyback Rp905 M Saat IHSG Terkoreksi

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (4/3) di zona negatif setelah turun 4,57% ke level 7.577,06. Pelemahan terjadi secara menyeluruh, dengan 11 dari 11 sektor berakhir terkoreksi. Sektor Basic Industry mencatat penurunan paling dalam sebesar 7,42%.
Di jajaran saham, SGRO menguat 7,81%, IFSH melesat 25,00%, dan POLU naik 9,68%. Sebaliknya, TLKM turun 7,25%, AMMN melemah 10,62%, dan BRMS terkoreksi 13,27%. Investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp213,98 miliar di pasar reguler dan Rp117,91 miliar di seluruh pasar.

Berbeda dengan pasar domestik, bursa Amerika Serikat kompak ditutup menguat. Dow Jones naik 0,49% ke 48.739, S&P 500 bertambah 0,78% ke 6.869, dan Nasdaq menguat 1,29% ke 22.807.

Kekhawatiran pasar global terhadap dampak perang Iran mulai mereda. Namun, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masih terkoreksi masing-masing 1,63% dan 4,28% seiring revisi outlook negatif Fitch terhadap Indonesia.

Berita Emiten
Bayan Resources (BYAN)
BYAN mengumumkan rencana belanja modal (capex) sebesar US$200–300 juta pada 2026, setara Rp3,38–5,07 triliun dengan asumsi kurs Rp16.916 per dolar AS. Anggaran ini meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai US$181,7 juta.

Manajemen BYAN menargetkan pendapatan di kisaran US$1,8–3,8 miliar pada 2026. Produksi batu bara diproyeksikan berada di rentang 39–76 juta ton, dengan target penjualan 39–78 juta ton. Perseroan memperkirakan average selling price (ASP) sebesar US$46–48 per ton, cash cost produksi US$36–42 per ton, serta stripping ratio 4,8–5,2 kali.

Sepanjang 2025, BYAN mencatat ASP sebesar US$48,4 per ton, turun dibandingkan 2024 yang sebesar US$61,3 per ton. Meski harga rata-rata melemah, volume penjualan naik 25,97% secara tahunan menjadi 70,8 juta ton dan produksi meningkat 19,5% menjadi 68 juta ton.

Bank Negara Indonesia (BBNI)
BBNI menyiapkan dana maksimal Rp905,48 miliar untuk aksi pembelian kembali saham. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Sumber dana berasal dari free cash flow, yakni saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPST pada 9 Maret, mengacu pada POJK No. 29/2023. Jika disetujui, periode buyback akan berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027. Secara proforma, total aset diperkirakan menjadi Rp1.361 triliun dari sebelumnya Rp1.362 triliun, sedangkan laba bersih per saham meningkat Rp3 menjadi Rp540.

Rekomendasi Saham Hari Ini
ELSA – Buy 850-860 | TP 900-935 | SL 800

ELSA
Transaksi di sini
Powered by

ANTM – Buy 3930-3950 | TP 4120-4220 | SL 3680

ANTM
Transaksi di sini
Powered by

BMRI – Buy 4950-4970 | TP 5075-5200 | SL 4700

BMRI
Transaksi di sini
Powered by

DEWA – Buy 450-456 | TP 476-488 | SL 432

DEWA
Transaksi di sini
Powered by

TINS – Buy 3720-3740 | TP 3990-4110 | SL 3500

TINS
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *