Es batu jadi andalan banyak orang untuk melegakan dahaga, terutama saat berada di cuaca panas. Namun, konsumsinya perlu diperhatikan dengan baik karena es batu yang dibuat dari air mentah ternyata berisiko bagi kesehatan. Bagaimana ya cara mengenali ciri es batu air mentah atau air matang?
Tidak sedikit orang yang mungkin tidak menyadari es batu yang dikonsumsi olehnya apakah berasal dari air matang atau mentah. Terlebih lagi apabila mengonsumsinya di luar rumah, yang mana kita sendiri tidak mengetahui atau melihat langsung proses pembuatannya. Termasuk keberadaan es batu yang dibuat dengan menggunakan air mentah.
Padahal es batu dari air mentah berpengaruh buruk bagi kesehatan. Mengapa? Sebab, seperti dijelaskan dalam buku ‘Teori dan Aplikasi Promosi Kesehatan di Tempat Kerja Meningkatkan Produktivitas’ karya Prof Dr dr L Meily Kurniawidjadja, MS, SpOk, dkk., ada penyakit-penyakit tertentu yang ditularkan melalui air karena adanya patogen di dalamnya. Singkatnya, patogen adalah parasit yang mampu menimbulkan penyakit pada inangnya.
Lebih lanjut, penyakit yang ditularkan melalui air bisa diperoleh dari berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Termasuk mengonsumsi dari air minum yang terkontaminasi atau es batu yang terbuat dari air mentah. Adanya mikroorganisme berupa E. coli di dalamnya bisa memicu berbagai penyakit. Sebut saja diare, kolera, tifoid, disentri, hingga cacingan.
Inilah mengapa air yang masuk ke tubuh kita perlu benar-benar dijaga kualitasnya. Termasuk tindakan menghindari konsumsi es batu dari air mentah.
Air matang memang cenderung menghasilkan es lebih jernih karena udara dan mikroorganisme berkurang saat direbus, tetapi kejernihan es belum bisa dijadikan bukti mutlak.
Selain jenis air, faktor seperti aerasi (udara dalam air), kandungan mineral, filtrasi, serta teknik pembekuan sangat memengaruhi apakah es tampak bening atau buram.
Menurut BPOM, aman atau tidaknya es batu tidak dapat dinilai dari warna, bau, atau tekstur saja, melainkan harus melalui pemeriksaan laboratorium.
Benarkah Es Batu Bening Pertanda Pakai Air Matang?
Banyak yang menganggap es batu bisa dilihat dari wujud fisiknya. Misalnya saja muncul anggapan kalau es batu berwarna bening menjadi tanda dibuat dengan menggunakan air matang atau rebusan. Benarkah demikian?
Mengacu dari laman resmi Universitas Islam Malang, es batu dengan menggunakan air matang umumnya memang memiliki warna yang bening menyerupai kristal. Ternyata kondisi ini bisa dijelaskan secara ilmiah.
Es batu dengan air matang berwarna bening karena sedikitnya udara yang terperangkap selama proses pembekuan di lemari es berlangsung. Dengan jumlah udara yang cenderung minim di dalamnya, maka es batu yang dihasilkan umumnya jernih dan juga bersih.
Hal senada juga dijelaskan dalam laman Alcademics, yang mana terdapat percobaan untuk membuktikan anggapan membuat es batu dengan air matang bisa membuatnya lebih jernih. Dikatakan saat menggunakan air yang direbus dan dibekukan, dapat berpeluang meningkatkan kejernihan es yang dihasilkan. Namun, sistem pembekuan yang dilakukan perlu terarah.
Kemudian di dalam percobaan yang sama juga melibatkan air yang berasal dari wastafel. Saat air tersebut didiamkan semalaman, ternyata aerasi alami air akan berkurang. Meski tidak hilang sepenuhnya, tapi hasil menunjukkan adanya bagian yang keruh dan tampak buram.
Tidak hanya menggunakan air rebusan dan air yang berasal dari wastafel saja, di dalam percobaan yang sama turut melibatkan air yang sudah difiltrasi. Sebelum dibekukan, air ini difiltrasi menggunakan alat khusus agar aerasi bisa lebih berkurang. Pada percobaan menggunakan air yang sudah difiltrasi ini menunjukkan hasil ada bagian es yang juga keruh dan buram.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami adanya kemungkinan membuat es batu dengan air matang bisa membuatnya lebih jernih. Namun, jernih atau buramnya es batu bisa terwujud karena adanya berbagai faktor.
Misalnya saja tingkat aerasi atau penambahan oksigen ke dalam air dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air hingga cara pembekuan yang dilakukan dengan teknik tertentu. Terlebih meski membuatnya dengan air matang, berdasarkan percobaan yang tadi sudah dibahas, es batu yang dihasilkan tidak benar-benar jernih seutuhnya karena masih ada sedikit bagian yang terlihat keruh atau buram.
Perbedaan Es Batu Air Mentah dan Air Matang
Selain melihat tingkat kejernihan es batu, membedakan es batu pakai air mentah atau air matang juga bisa dilakukan dengan cara lainnya. Masih mengacu dari laman Universitas Islam Malang, tekstur dan aroma es batu bisa menjadi referensi dalam mengenali bahan yang digunakan untuk membuat es batu.
Pada aspek aroma, es batu yang dibuat dengan air matang umumnya tidak berbau. Sebab, air matang sudah steril melalui proses perebusan, sehingga biasanya tidak meninggalkan aroma yang mengganggu.
Lain halnya dengan penggunaan air mentah tidak melalui proses penyaringan dan juga dalam kondisi yang tidak steril. Inilah yang membuat kandungan mineral dapat memicu adanya aroma tertentu.
Bukan hanya itu saja, air mentah yang diambil dari wilayah justru memiliki aroma khas. Sebut saja aroma keran atau besi yang samar. Selain itu, aspek tekstur juga disebut-sebut mampu membantu mengenali ciri es batu air mentah atau matang.
Es batu yang dibuat dengan menggunakan air matang bisa saja punya tekstur yang halus dan juga keras. Saat dihancurkan, es batu ini cenderung sulit untuk terpecah begitu saja. Berbeda dengan ciri es batu air mentah yang teksturnya lebih kasar dan mudah untuk dihancurkan.
Sebab, air mentah yang belum steril dapat berpotensi mengganggu proses pembentukan kristal pada es. Situasi ini membuat es batu lebih mudah dipecahkan karena teksturnya yang halus.
Terlepas dari ciri-ciri yang sudah disebutkan sebelumnya, ternyata membedakan es batu pakai air matang dan mentah paling jelas dan faktual harus dilakukan melalui uji laboratorium.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa memberikan penjelasan soal adanya informasi seputar cara membedakan es batu air mentah atau matang. Ditegaskan olehnya bahwa untuk membuktikan air yang digunakan untuk membuat es batu itu matang atau mentah tidak hanya sebatas dilihat secara kasat mata saja. Sebaliknya, perlu dilakukan uji secara klinis.
“Tidak bisa seperti itu, aman tidaknya es batu harus diuji di laboratorium,” jelas Kepala BPOM Roy.
Lebih lanjut, Roy Sparringa turut memberikan saran kepada masyarakat agar berhati-hati saat mengonsumsi es batu yang berasal dari luar. Tidak ada salahnya menanyakan terlebih dahulu dari mana es batu tersebut berasal, agar memahami aman atau tidaknya saat dikonsumsi oleh kita.
“Saya mengalami sendiri, dianggap ‘orang gila’ karena cerewet tanya-tanya soal es batu. Memang harus begitu,” lanjutnya.
Mengingat cukup rumitnya membedakan es batu dengan air mentah atau matang, maka kamu tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya. Ada baiknya membuat es batu sendiri di rumah apabila memungkinkan. Semoga informasi tadi membantu, ya.
FAQ
1. Apa bahaya mengonsumsi es batu dari air mentah?
Es batu dari air mentah berisiko mengandung patogen seperti E. coli yang dapat menyebabkan diare, kolera, tifoid, disentri, hingga infeksi cacing. Hal ini terjadi karena air mentah belum melalui proses sterilisasi.
2. Bagaimana cara paling akurat membedakan es batu air mentah dan air matang?
Cara paling akurat adalah melalui uji laboratorium. Menurut BPOM, keamanan es batu tidak dapat ditentukan hanya dari warna, aroma, atau tekstur, sehingga diperlukan pemeriksaan secara klinis.
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi kejernihan es batu?
Kejernihan es batu dipengaruhi oleh kandungan udara (aerasi), mineral dalam air, proses filtrasi, serta teknik pembekuan. Bukan hanya jenis air yang digunakan, sehingga es yang tampak bening belum tentu berasal dari air matang.





