
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan hewan serta mencegah penyebaran penyakit hewan menular melalui optimalisasi program vaksinasi gratis bagi hewan ternak maupun hewan penular rabies (HPR) di wilayah Kota Yogyakarta.
Dimana sepanjang tahun 2025, DPP Kota Yogyakarta telah menyelesaikan berbagai program vaksinasi strategis. Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengungkapkan, vaksinasi rabies gratis bagi anjing, kucing, serta kera/monyet telah dilaksanakan pada bulan Februari dan September 2025. Kegiatan tersebut digelar di kelurahan, praktek dokter hewan mandiri, serta Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta.
Selain itu, DPP juga melaksanakan program vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi sapi, kambing, dan domba pada bulan Januari, Februari, Maret, serta Juli 2025. “Sementara itu, vaksinasi Newcastle Disease (ND) untuk unggas dilaksanakan rutin setiap hari Selasa di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta dengan mekanisme pembayaran retribusi,” ujarnya.
Namun, tak hanya fokus pada hewan ternak besar, DPP juga melaksanakan program vaksinasi ayam petelur di Kelompok Ternak Winongo Asri pada Desember 2025. Vaksin yang diberikan meliputi vaksin Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB), Egg Drop Syndrome (EDS), vaksin Avian Influenza/Flu Burung (AI), serta vaksin Coryza. Ayam petelur tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah, setelah dilaksanakan berbagai program vaksinasi, seperti vaksinasi rabies pada anjing, kucing, dan kera/monyet, hingga saat ini Kota Yogyakarta masih dinyatakan bebas rabies,” jelas Sri Panggarti saat diwawancarai, Rabu (14/1).

Selain itu, melalui pelaksanaan vaksinasi PMK, hewan ternak di wilayah Kota Yogyakarta, khususnya sapi, kambing, dan domba, sepanjang tahun 2025 tidak dilaporkan adanya kasus PMK. Demikian pula, hingga saat ini tidak terdapat laporan kasus Newcastle Disease (ND) pada ayam di Kota Yogyakarta.
Untuk tahun 2026, DPP Kota Yogyakarta kembali menyiapkan sejumlah program lanjutan. Vaksinasi rabies gratis terprogram akan dilaksanakan pada bulan Februari dan September 2026 di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta, kelurahan, serta praktik dokter hewan mandiri.
Selain itu, vaksinasi rabies secara reguler tetap dapat dilayani setiap hari di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta dengan membayar retribusi.
DPP juga merencanakan vaksinasi PMK gratis bagi sapi, kambing, dan domba pada bulan Februari dan Juli 2026, serta vaksinasi ND untuk unggas yang tetap dilaksanakan setiap hari Selasa di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta.
Untuk program vaksinasi ayam petelur di Kelompok Ternak Winongo Asri akan kembali dilaksanakan dengan menyesuaikan jadwal vaksinasi.
Selain program vaksinasi, pada tahun 2026 Tim Kerja Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, pengawasan dan monitoring lalu lintas hewan, pengawasan hewan kurban, pelayanan kesehatan hewan gratis, serta rekomendasi perizinan dan non-perizinan di bidang kesehatan hewan.
Kegiatan lainnya mencakup pembinaan dan pengawasan unit usaha kesehatan hewan, pelaksanaan Kontes Kuda Andong, monitoring gigitan HPR, sterilisasi kucing gratis untuk pengendalian populasi kucing liar di pasar dan bangunan pemerintah, program sterilisasi bersubsidi, penanganan penyakit hewan menular strategis (PHMS), serta pelayanan Poliklinik Hewan dan Rumah Potong Hewan Kota Yogyakarta.
“Harapannya, program kesehatan hewan di Kota Yogyakarta yang sudah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan secara berkelanjutan pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, optimalisasi vaksinasi, serta peningkatan surveilans dan respons dini terhadap potensi kejadian penyakit,” imbuhnya.
Selain itu, Ia juga berharap, dengan penguatan sinergi bersama berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat, Pemkot Yogyakarta optimistis dapat mempertahankan status kota yang aman, sehat, serta bebas dari penyakit hewan strategis dan zoonosis, guna mendukung kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.


