Biodata Christine Hakim, aktris senior legendaris sekaligus pemain film, series dan sinetron yang berbakat. Aktris berusia 68 tahun ini populer dengan banyak berperan di dalam dunia hiburan pertelevisian Indonesia.
Berkarir selama lebih dari 35 tahun, namanya dalam dunia sinema Indonesia tercatat membintangi puluhan film yang di antaranya merupakan film-film berkualitas bergengsi di luar negeri. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi aktris Indonesia.
Profil Christine Hakim
Pemilik nama lengkap Herlina Christine Natalia Hakim ini lahir di Kuala Tungkal, Jambi pada tanggal 25 Desember 1956. Ia adalah seorang aktris pemeran, produser, dan aktivis berkebangsaan Indonesia.
Christine merupakan putri dari Hakim Thahar dan Oma Nurhadiaty Hakim, dan dibesarkan di Yogyakarta. Ia merupakan aktris berketurunan campuran, dengan kerabatnya yang berasal dari Padang, Aceh, Minang, Pekalongan, Madiun dan Timur Tengah.
Pasa saat ia masih kanak-kanak dan remaja, hal itu tentunya menyebabkan ia mempertanyakan tentang identitasnya. Kedua orang tuanya menamainya Christine dan Natalia karena ia lahir pada Hari Natal, meskipun keluarganya berasal dari keluarga Muslim.
Memiliki cita-cita menjadi seorang arsitek atau psikolog, namun berubah setelah ia memulai kariernya di industri hiburan. Pada tahun 1973, ia dibawa oleh Teguh Karya untuk film pertamanya Cinta Pertama.
Dari perannya dalam film tersebut, Christine berhasil memenangkan penghargaan citra Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik dan hal itu membuatnya semakin yakin untuk meneruskan kariernya dalam dunia hiburan Indonesia.
Dalam kehidupan pribadinya, artis legendaris itu cukup tertutup untuk membicarakan kepada media. Christine diketahui menikah dengan seorang produser film asal Belanda, Jeroen Lezer pada tahun 2000. Lalu, keduanya mengadopsi anak perempuan bernama Shena.
Biodata Christine Hakim
Berikut adalah biodata Christine Hakim, seorang artis legendaris tanah air.
-
Nama lengkap: Herlina Christine Natalia Hakim
-
Nama panggung: Christine Hakim
-
Tanggal lahir: 25 Desember, 1956
-
Tempat lahir: Kuala Tungkal, Jambi, Indonesia
-
Profesi: Aktris, produser, aktivis
-
Kewarganegaraan: Indonesia
-
Ayah: Syarif Hakim Tahar
-
Pekerjaan Ayah: Karyawan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
-
Pendidikan: SMP St. Theresia Jakarta (1971) – SMA VI Jakarta (1974)
-
Saudara: Mirna Hakim (kakak perempuan)
-
Pasangan: Edo Eduard Jeroen Lezer (sejak 2000)
-
Akun Instagram: @christinehakimofficial
Perjalanan Karier Christine Hakim
Dalam industri hiburan, Christine selalu didampingi dan diberikan dukungan penuh oleh ibunya dalam sepanjang perjalanan karirnya. Adapun perjalanan karir Christine Hakim adalah sebagai berikut.
1. Awal Karier
Pada awal kariernya, Christine Hakim bercita-cita menjadi arsitek atau psikolog dan tidak memiliki niatan untuk menjadi seorang aktris. Namun, takdirnya berubah setelah ia terlibat dengan karya Teguh Karya dalam film “Cinta Pertama” pada tahun 1973.
Debut pertamanya dalam film Cinta Pertama, membawanya meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik. Sejak itu, Christine Hakim mulai banyak membintangi judul film dan namanya makin dikenal banyak orang.
2. Karier Memuncak di Hollywood
Pada tahun 1974, ia berperan dalam film lain yang disutradarai oleh Teguh, yaitu Kawin Lari. Setelah itu, sejumlah film juga ia lakoni seperti Sesuatu yang Indah, Si Doel Anak Modern, Badai Pasti Berlalu, Petualang-Petualang, Tjoet Nja’ Dhien dan masih banyak lainnya.
Pada 2010, Christine melebarkan sayapnya di dunia perfilman Hollywood. Saat itu, ia berperan sebagai Wayan, seorang penjual jamu asal Bali dan aktor lainnya bersama Julia Roberts membintangi film Eat Pray Love.
Saat itu, sebelum syuting dimulai ia sudah tiba di Bali tiga hari sebelumnya. Hal itu dikarenakan ia harus segera membaca naskah, menyesuaikan diri dengan lainnya. Pada tahun yang sama, Penghargaan FIAPF berhasil diterima oleh Christine.
3. Menjadi Produser Film
Di dunia akting, kemampuan dan pengalamannya mengantarkannya menjadi seorang produser. Pada 1998, film pertamanya berjudul Daun di Atas Bantal yang tayang di Festival Film Cannes. Pada tahun 2001, Christine kembali memproduksi film yang bertajuk Pasir Berbisik.
Pasir Berbisik pada 2001 tersebut berlangsung lebih lancar daripada sebelumnya. Pada film ini, Christine juga memainkan peran utama, tidak hanya berperan sebagai produser yang kala itu diputar di Festival Film Asia Deauville.
4. Membuat Film Dokumenter
Selain itu, artis yang dibesarkan di Yogyakarta tersebut juga sempat memproduksi sejumlah film dokumenter. Film dokumenter yang telah dihasilkan berupa tentang Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia.
Selanjutnya di tahun 2011, film dokumenter yang dibuat Christine mengenai autisme yang bertujuan untuk mendidik masyarakat yang saat itu dirilis bertepatan dengan Hari Kesadaran Autisme Sedunia pada tanggal 2 April.
Pada Mei 2011, film dokumenter lainnya yang ia produksi adalah film yang menceritakan tentang orang Dayak Kalimantan.
5. Memasuki Kegiatan Sosial dan Aktivisme
Pada tahun 2000-an, Christine Hakim melibatkan dirinya sebagai seorang aktivis dengan memfokuskan pada dunia pendidikan. Christine terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan ke Aceh usai terjadi gempa bumi dan tsunami di Samudra Hindia 2004.
Christine Hakim terdorong untuk mendirikan Foundation, sebuah yayasan yang bertujuan memajukan pendidikan publik tentang autisme. Pada 2008, Christine diangkat menjadi duta baik Indonesia untuk UNESCO.
Film Christine Hakim
Berikut ini adalah daftar film yang dimainkan oleh Christine Hakim selama masa karirnya sebagai artis di Indonesia.
-
Cinta Pertama (1973) (meraih Citra FFI 1974)
-
Atheis (1974)
-
Ranjang Pengantin (1974)
-
Bandung Lautan Api (1974)
-
Kawin Lari (1975)
-
Surat Undangan (1975)
-
Hapuslah Airmatamu (1975)
-
Badai Pasti Berlalu (1976)
-
Si Doel Anak Modern (1976)
-
Impian Perawan (1976)
-
Arwah Komersil Dalam Kampus (1977)
-
Sesuatu yang Indah (1977) (meraih Citra FFI 1977, Jakarta)
-
Petualang-Petualang (1977)
-
Pengemis dan Tukang Becak (1978) (meraih Citra FFI 1979, Palembang)
-
Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa (1980)
-
Seputih Hatinya, Semerah Bibirnya (1982)
-
Di Balik Kelambu (1982) (meraih Citra FFI 1983, Medan)
-
Ponirah Terpidana (1984)
-
Kerikil-Kerikil Tajam (1984) (meraih Citra FFI 1985, Bandung)
-
Bila Saatnya Tiba (1985)
-
Irisan-Irisan Hati (1988)
-
Tjoet Nja’ Dhien (1988) ((meraih Citra FFI)
-
Sinyo Salam (1993)
-
Nemuru Otoko (1996)
-
Gordel Van Smaragd, De (1997)
-
Daun di Atas Bantal (1998)
-
Pasir Berbisik (2001)
-
Puteri Gunung Ledang (2004)
-
Anak-Anak Borobudur (2007)
-
In the Name of Love (2008)
-
Jamila Dan Sang Presiden (2009)
-
Merantau (2009)
-
Fana : The Forbidden Love (2010)
-
Eat Pray Love (2010)
-
Rayya, Cahaya Di atas Cahaya (2012)
-
Sang Kiai (2013)
-
Retak Gading (2014)
-
Pendekar Tongkat Emas (2014)
-
Jejak Dedari (2014)
-
Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
-
Ibu Maafkan Aku (2016)
-
Boven Digoel (2017)
-
Kartini (2017)
-
The Gift (2017)
-
Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)
-
Dancing in the Rain (2018)
-
Bumi Itu Bulat (2019)
-
Perempuan Tanah Jahanam (2019)
-
A Perfect Fit (2021)
-
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)
-
Just Mom (2022)
-
Sri Asih (2022)
Series Christine Hakim
Diketahui, Christine Hakim juga membintangi beberapa series yang banyak dinikmati warganer. Berikut diantaranya:
-
Sementara, Selamanya (2020)
-
The Last of Us (TBA)
Sinetron Christine Hakim
Berikut ini beberapa sinetron yang telah diperankan oleh Christine Hakim.
-
Bukan Perempuan Biasa
-
Tiga Orang Perempuan
-
Anakku Terlahir Kembali
Penghargaan Christine Hakim
Menjadi artis yang legendaris di Indonesia, berikut adalah penghargaan Christine Hakim yang didapatkan selama masuk dunia hiburan.
-
Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik, dalam film Cinta Pertama (1974)
-
Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Sesuatu Yang Indah (1977)
-
Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Pengemis dan Tukang Becak (1979)
-
Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Kerikil-Kerikil Tajam (1985)
-
Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Di Balik Kelambu (1983)
-
Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Tjoet Nja’ Dhien (1988)
-
Aktris Terpuji Festival Film Bandung dalam film Tjoet Nja’ Dhien (1989)
-
Penghargaan khusus Festival Film Bandung (1999) Best Actrees pada Asia Pasific International Film Festival dalam film Daun diatas bantal (1998)
-
Aktris Terpuji Festival Film Bandung dalam film Pasir Berbisik (2002)
-
Lifetime Achievement SCTV Awards 2002
-
Best Actrees pada Asia Pasific International Film Festival
-
Nominasi Piala Maya, Aktris Pemeran Pendukung (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya) (2012)
-
Nominasi Piala Maya, Aktris Pemeran Pendukung (Sang Kiai) (2013)
-
Nominasi Piala Maya, Aktris Peran Pendukung Terpilih (Pendekar Tongkat Emas) (2015)
-
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, Festival Film Indonesia (2015)
Itulah biodata Christine Hakim, seorang artis legendaris tanah air.





