Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta,REDAKSI17.COM – Usai tersingkir dari Coppa Italia, Napoli hanya punya Liga Italia untuk dikejar. Tapi Antonio Conte pun tak bisa memberikan jaminan di tengah badai cedera.
Napoli terdepak dari Coppa Italia setelah kalah adu penalti dari Como di babak perempatfinal, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Itu memastikan Il Partenopei hanya punya satu kompetisi tersisa.
Tim besutan Antonio Conte itu sebelumnya sudah tersingkir di fase grup Liga Champions. Dengan demikian, Napoli tinggal mengarungi Serie A di sisa musim.
Sisi positifnya, Napoli bisa mempertaruhkan segalanya di sana. Memang saat ini mereka tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang memimpin, namun bukan hal yang mustahil untuk mengejar di 14 pertandingan tersisa.
Namun Pelatih Napoli Antonio Conte merasa membicarakan kans Scudetto saat ini adalah hal yang konyol, mengingat mereka punya masalah besar. Sejumlah pemain penting seperti Kevin de Bruyne, Giovanni Di Lorenzo, Frank Anguissa, David Neres, dan Billy Gilmour cedera.
Itu belum menyebut Romelu Lukaku yang praktis menepi sejak awal musim karena problem hamstring. Ia baru main lagi akhir Januari lalu.
“Pertanyaan yang sangat tidak masuk akal,” jawab Conte soal kans mengejar scudetto.
“Bagaimana Anda bisa memprediksi cedera Di Lorenzo, atau Lukaku dengan tendon yang lepas, De Bruyne dengan kerusakan tendon di kaki yang sudah pernah dioperasi, atau Gilmour yang butuh operasi dan harus absen berbulan-bulan. Bagimana memprediksinya?”
“Kami cuma bisa pergi ke kuil dan berdoa, karena ini adalah cedera-cedera yang berlangsung sepanjang musim. Dengan enam atau tujuh pemain penting absen berbulan-bulan dalam satu waktu, itu memaksa pemain yang sama terus tampil, itu jadi masalah untuk McTominay dan Rrahmani.”
“Saya rasa hal semacam ini tidak pernah terjadi ke klub lain. Terlebih lagi, saya diberi tahu bahwa kami tak bisa melakukan apapun di bursa transfer, kami membawa dua pemain muda untuk membantu kami,” imbuhnya.





