Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas (tengah)/Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta,REDAKSI17.COM – Sebagai bagian dari perjanjian dagang resiprokal yang baru diteken dengan Amerika Serikat (AS), Indonesia berencana membeli puluhan unit pesawat Boeing. Rencananya pembelian 50 unit pesawat dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
BPI Danantara selaku pengendali utama Garuda buka-bukaan soal rencana tersebut, khususnya soal sumber dana yang mau dipakai untuk pembelian tersebut.
Menurut Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas pihaknya dan Garuda masih mencari opsi-opsi pendanaan untuk pembelian 50 pesawat Boeing. Ada dua opsi dalam pembahasan, yaitu suntikan modal dari Danantara dan modal usaha dari hasil bisnis Garuda.
Rohan bilang selain dua opsi itu, Danantara dan Garuda juga membuka opsi untuk melakukan pembelian pesawat secara kredit. Cicilan bisa dilakukan secara langsung ke Boeing sebagai supplier, ataupun kredit perbankan.
“Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya. Tadi cuma nyebut dua kan. Supplier’s credit juga ada kan. Ke Boeing kita juga bisa nyicil ke Boeing kan. Something like that, itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan. Krediturnya kan bisa bank juga. Kan bisa dikredit juga pesawat,” ujar Rohan dalam diskusi di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Butuh Waktu Lama
Cuma yang jelas sebelum jauh-jauh bicara pendanaan, sampai saat ini pihaknya dan Garuda masih berbicara soal pemesanan pesawat dengan Boeing. Masalah utamanya adalah waktu tunggu yang panjang untuk pemesanan pesawat per unit yang bisa memakan waktu 7 tahun.
“Semua kendalanya cuma satu, delivery time kan. Bukan masalah memilih jenis saja. Delivery time. Mau milih jenis pesawat yang mana kalau delivery time-nya juga nggak segera, kita mesti putar otak dulu kan,” ungkap Rohan.
Sejauh ini Danantara dan Garuda sudah menyatakan minat dan komitmen langsung soal pembelian pesawat. Namun, Boeing belum menjawab kesiapannya dalam waktu dekat mampu memproduksi berapa unit untuk Garuda.
“Kita siap membeli 50. Cuma Boeing belum menjawab atau akan menjawab dia mampunya 10 kah, 20 kah, itu belum,” kata Rohan.
Dalam catatan detikcom, pada keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Garuda pernah menyebut sumber dana untuk pembelian pesawat Boeing. Pertama, berasal dari internal perusahaan seiring dengan program penyehatan keuangan yang tengah dijalankan setelah restrukturisasi.
Sumber dana kedua, Garuda akan menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor yang berpotensi menjadi pemberi dana untuk pembelian armada baru tersebut. Garuda sejauh ini masih perlu berkomunikasi intensif dengan Boeing untuk menyusun skema pembelian secara terperinci, termasuk menentukan tipe pesawat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pangsa pasar Garuda, hingga jadwal pengiriman pesawat yang realistis.





