Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Transformasi organisasi di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memasuki babak baru. Wilayah DIY direncanakan segera memiliki Kantor Wilayah (Kanwil) sendiri, memisahkan diri dari Kanwil Jawa Tengah yang berbasis di Semarang.
Rencana besar ini disampaikan langsung oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY, Imik Eko Putro, usai melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Kedatangan Imik bertujuan untuk menyerahkan surat resmi dari Direktur Jenderal Bea Cukai terkait rencana pengembangan organisasi tersebut.

Imik menjelaskan bahwa selama ini kendali administratif dan pengawasan untuk wilayah Jawa Tengah serta DIY berada di bawah satu atap Kanwil di Semarang. Dengan adanya pengembangan ini, DIY akan menjadi pusat komando baru yang membawahi lima kantor pelayanan.
“Sesuai arahan Bapak Direktur Jenderal, akan ada pembentukan Kanwil baru di Yogyakarta. Nantinya, kantor wilayah ini diproyeksikan membawahi lima kantor, yakni Bea Cukai Yogyakarta, Solo (Surakarta), Magelang, Purwokerto, dan Cilacap,” ujar Imik pada Rabu (17/12).
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pelayanan dan pengawasan di wilayah selatan Jawa yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan tantangan pengawasan yang semakin dinamis. Respons positif pun datang dari Sri Sultan.
“Alhamdulillah, Sri Sultan menyambut baik dan memberikan dukungan. Beliau berkenan memberikan rekomendasi yang diperlukan agar proses pembentukan kantor wilayah baru ini bisa berjalan cepat dan lancar,” tambahnya.
Selain membahas struktur organisasi, Imik menekankan bahwa jajarannya tetap fokus pada tugas akhir tahun, khususnya menjelang libur akhir tahun dan tahun baru. Dari sisi penerimaan negara, Bea Cukai melakukan extra effort untuk mengejar target impor, ekspor, serta cukai rokok dan minuman beralkohol.
Sementara untuk fungsi pengawasan, atensi khusus diberikan pada jalur udara dan darat. “Di bandara, kami tetap waspada penuh, termasuk menyiagakan unit anjing pelacak (K9) secara periodik untuk mengantisipasi narkotika. Kami juga mengintensifkan Operasi Gurita untuk memberantas rokok ilegal di jalur lintas selatan dan pelabuhan,” tegas Imik.

Menanggapi rencana tersebut, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, yang mendampingi Sri Sultan pada pertemuan tersebut, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap langkah kementerian keuangan ini. Menurutnya, pemecahan wilayah kerja ini akan membagi Jawa Tengah menjadi dua zona utara di Semarang dan selatan di DIY.
“Harapannya, peningkatan kebutuhan masyarakat untuk pelayanan kepabeanan dan cukai bisa lebih cepat dan efisien karena pusatnya kini lebih dekat, tidak harus ke Semarang lagi,” ujar Tri Saktiyana.
Terkait pelaksanaan, Tri Saktiyana menyebutkan bahwa tahun ini merupakan tahap persiapan administrasi sebelum dieksekusi secara fisik pada tahun depan. Mengenai lokasi kantor, ia mengungkapkan bahwa sudah ada arahan khusus dari Gubernur DIY agar penempatan kantor mempertimbangkan aksesibilitas dan kepadatan kota.
“Tadi Pak Gubernur mengarahkan agar kantor tidak perlu di pusat kota karena lahan yang sudah sempit. Yang penting pelayanannya bisa lancar dan mudah diakses masyarakat, apalagi yang dilayani banyak di wilayah selatan hingga Cilacap. Untuk titik pastinya masih bersifat umum, belum menunjuk satu lokasi tertentu,” pungkasnya.
Humas Pemda DIY



