DENPASAR,REDAKSI17.COM – Menyadari pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh ideologi berbahaya, Tim Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme dan kekerasan di SMA Yayasan Tunas Daud, Denpasar, Senin (5/1/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 250 siswa dan siswi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menangkal penyebaran paham IRET (Ideologi Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) sejak dini di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Yayasan Tunas Daud, Dian Martina, menyambut hangat inisiatif Polri ini sebagai langkah preventif yang krusial bagi keselamatan mental dan masa depan para pelajar.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi oleh tim Densus 88 AT Polri terkait Pencegahan Radikalisme dan Kekerasan Pada Pelajar. Kami berharap edukasi ini dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi ke depan, serta dapat dilaksanakan berkelanjutan, terutama pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ujar Dian Martina.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Densus 88 AT Polri, Briptu Lalu Fendi Irawan, mengupas tuntas bahaya paham IRET dan fenomena mengkhawatirkan mengenai anak di bawah umur yang mulai terpapar paham radikal melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.
Kami berharap seluruh peserta dapat memahami bahaya paham IRET serta dapat menjadi mitra Densus 88 dalam melakukan pencegahan penyebaran paham tersebut di lingkungan mereka masing-masing, tegas Briptu Lalu Fendi.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Untuk menambah semangat para siswa, petugas juga memberikan souvenir custom yang berisi pesan-pesan kontra-narasi terhadap radikalisme kepada siswa yang aktif berdiskusi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama antara Polri dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bersih dari segala bentuk paham kekerasan maupun ekstremisme.



