Presiden Prabowo Subianto saat pidato di WEF Davos 2026, Kamis 22 Januari 2026. (BPMI Setpres)
Jakarta,REDAKSI17.COM— Pemerintah menegaskan bahwa agenda swasembada pangan nasional tidak hanya terpaku pada komoditas beras. Presiden Prabowo Subianto memastikan target bebas impor akan diperluas ke komoditas strategis lainnya seperti jagung, gula, hingga sumber protein dalam empat tahun ke depan.
Visi besar ini disampaikan Presiden saat memberikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pekan lalu. Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo memaparkan arah kebijakan pangan Indonesia yang kini jauh lebih agresif.
Presiden menyoroti keberhasilan percepatan swasembada beras yang semula ditargetkan rampung dalam empat tahun, namun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Capaian ini membuat Prabowo optimistis target komoditas lain dapat segera terealisasi.
“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada dalam produk pangan lainnya, jagung, gula, protein,” ucap Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (26/1/2026).
Meski fokus pada kemandirian dalam negeri, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap integrasi ekonomi global. Menurutnya, perjanjian perdagangan internasional tetap diperluas demi menciptakan pertumbuhan yang saling menguntungkan (win-win solution).
“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Kita sekarang menyimpulkan perjanjian perdagangan, bukan karena itu sedang tren, tetapi kita menganggapnya perlu. Kita percaya pada konsep saling menguntungkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perdagangan yang adil tidak akan mengancam kedaulatan negara. Visi Indonesia ke depan adalah menjadi negara modern yang bebas dari kemiskinan melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.
Sejalan dengan arahan Presiden, Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memperluas fokus ke komoditas kedelai. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, menyebut pemerintah akan mendorong kemandirian kedelai secara bertahap.
“Swasembada beras, jagung, lalu masuk kedelai. Kemudian nanti pangan yang lain,” kata Yudi Sastro, Selasa (20/1/2026) lalu.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan perluasan areal tanam kedelai hingga 73.000 hektare. Fokus pengembangan akan dilakukan di sentra produksi utama seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Langkah ini didukung penuh melalui distribusi benih unggul, pupuk bersubsidi, serta mekanisasi pertanian untuk memperkuat produksi domestik.




