Umbulharjo,REDAKSI17.COM — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta menghadirkan inovasi melalui pembentukan Satgas Linmas Kurangi Risiko Bencana (MAS KRISNA). Satuan khusus ini disiapkan sebagai garda pendukung dalam upaya pengurangan risiko serta penanganan kebencanaan di Kota Yogyakarta.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, mengatakan keberadaan MAS KRISNA dilatarbelakangi oleh potensi bencana yang selalu ada, baik bencana alam maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, dibentuk tim khusus Linmas yang memiliki keterampilan dan kesiapsiagaan lebih terlatih dibanding Linmas reguler.

“MAS KRISNA merupakan satuan khusus Linmas yang disiagakan untuk membantu mengurangi risiko dan menangani kebencanaan. Personel dibekali pelatihan khusus agar mampu bergerak cepat dan tepat saat kondisi darurat,” katanya belum lama ini.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat.

Saat ini MAS KRISNA diperkuat 30 personel yang secara rutin mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas setiap tiga bulan sekali. Pelatihan menghadirkan narasumber profesional dan dilaksanakan di medan yang disesuaikan dengan tema kegiatan.

Sejumlah pelatihan yang telah diikuti antara lain KOPASGAT untuk pendidikan mental dan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan bela negara, pembacaan peta, serta mitigasi bencana.

Kemudian bersama BASARNAS untuk pelatihan evakuasi kebencanaan, teknik penyelamatan, pemindahan korban, serta penggunaan peralatan evakuasi. Bersama PMI untuk Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD), bantuan hidup dasar, first response emergency, hingga penggunaan alat pertolongan pertama.

Pelatihan Satgas MAS KRISNA dalam penyelamatan korban di sungai.

Begitu juga Survival Skill Indonesia (SSI) terkait teknik vertical rescue, simulasi penyelamatan, keterampilan bertahan hidup di hutan, serta penggunaan alat survival.

Selain penguatan kapasitas internal, Octo juga menyatakan, MAS KRISNA aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, BASARNAS, PMI, serta instansi lain, dalam menjalin kerja sama pendidikan, pelatihan, hingga keterlibatan dalam operasi gabungan di lapangan.

Salah satu personel MAS KRISNA, Agung Wijaya, yang bergabung sejak 2024, menuturkan satgas telah terlibat dalam berbagai penugasan di wilayah Kota Yogyakarta maupun daerah lain di DIY.

“Beberapa penugasannya meliputi operasi pencarian dan penyisiran korban tenggelam di sungai, penanganan hewan liar, evakuasi korban tersetrum, penanganan awal kecelakaan lalu lintas termasuk pengaturan arus, hingga keterlibatan dalam penanganan bencana longsor, pohon tumbang, kebakaran, dan atap rumah roboh bersama instansi terkait,” ceritanya saat diwawancara pada Senin (9/2/2026).

MAS KRISNA juga kerap membantu penanganan lansia linglung dan anak tersesat, melakukan pemetaan jalur evakuasi, pendataan potensi bencana di wilayah rawan, serta memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

“Dalam banyak penugasan, kami sering berperan pada penanganan awal, evakuasi, serta pengkondisian lokasi agar aman sebelum penanganan lanjutan oleh instansi teknis,” jelas Agung.

Agung berharap ke depan, MAS KRISNA dapat menjadi contoh kesiapan Kota Yogyakarta dalam pengurangan risiko bencana. Keberadaannya dinilai strategis untuk menanamkan budaya siaga bencana di masyarakat, memperkuat deteksi dini di tingkat kampung, serta menjadi representasi kehadiran pemerintah dalam mendukung program kerja di wilayah.

“Dengan penguatan kapasitas, sinergi lintas lembaga, dan keterlibatan aktif di lapangan, MAS KRISNA harapannya mampu menjadi pionir keselamatan warga sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkasnya.