Jakarta,REDAKSI17.COM – Kritik terhadap aktivitas kunjungan luar negeri akhirnya dijawab langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya pada Rabu (8/4/2026), ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari negosiasi strategis untuk kepentingan nasional.
Salah satu sektor yang disorot adalah energi, khususnya minyak. Menurut Prabowo, langkah aktif ke luar negeri justru diperlukan agar Indonesia bisa mendapatkan posisi tawar yang lebih kuat di tengah dinamika global yang terus berubah.
“Ini bukan tugas ringan,” tegasnya, menyinggung tanggung jawab besar sebagai kepala negara.
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang menyebut intensitas kunjungan luar negeri terlalu sering. Prabowo menegaskan, semua dilakukan dengan tujuan jelas: mengamankan kepentingan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Tak hanya itu, ia juga menunjukkan optimisme terhadap kondisi nasional. Di tengah potensi ketegangan global, Prabowo menilai posisi Indonesia masih relatif aman dan memiliki peluang besar untuk tetap stabil.
Sebagian pihak melihat langkah tersebut sebagai strategi diplomasi aktif yang diperlukan. Namun tak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitasnya dan dampak langsung bagi masyarakat di dalam negeri.
Apakah kunjungan luar negeri ini benar-benar membawa manfaat konkret? Atau justru jadi sorotan tanpa dampak signifikan?
Yang jelas, di tengah situasi global yang panas, setiap langkah pemimpin negara kini berada dalam pengawasan ketat.





