UMBULHARJO,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta terus mengajak para pengemudi bus terutama bus Trans Jogja, Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental, terutama pada masa arus mudik dan arus balik pasca libur Lebaran yang diprediksi hingga akhir bulan. Hal ini penting guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan hingga sampai tujuan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, drg. Aan Iswanti, MPH, menyampaikan bahwa faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam perjalanan, baik saat mudik maupun arus balik.
“Harapannya di saat-saat seperti ini faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi yang utama. Kalau pengemudi tidak sehat atau kendaraan tidak dalam kondisi laik, maka segala kemungkinan bisa terjadi di perjalanan,” jelas Aan Iswanti saat diwawancarai, Jumat (27/3).
Sebagai langkah preventif, Dinkes Kota Yogyakarta telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi bus pada Kamis (26/3). Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta tes narkoba dan alkohol.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 50 pengemudi, seluruhnya dinyatakan dalam kondisi sehat ( laik mengemudi ). Para pengemudi yang diperiksa berasal dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar pulau, seperti Sumatera, Jakarta, hingga wilayah sekitar seperti Magelang, Klaten, serta Sukoharjo.
“Kami bekerja sama dengan Dinkes DIY, Polsek Umbulharjo, Koramil Umbulharjo, Polresta Yogyakarta, BNN Kota Yogyakarta, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Giwangan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan ini. Pengemudi yang datang langsung diarahkan untuk dicek kesehatannya,” ujarnya.
Aan menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini rutin dilakukan setiap tahun, khususnya menjelang dan setelah Lebaran serta pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Pada pemeriksaan kesehatan pengemudi bus, dokter pemeriksa akan mengambil kesimpulan yang diperoleh dari hasil wawancara, pemeriksaan tekanan darah dan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di lokasi tersebut. Terdapat 3 kategori kesimpulan yaitu laik mengemudi, laik dengan catatan dan tidak laik mengemudi,” ungkapnya.
Meski secara umum hasil pemeriksaan pengemudi termasuk kategori baik atau disebut laik mengemudi, namun pihaknya masih menemukan beberapa pengemudi dengan tekanan darah tinggi. Terhadap kondisi tersebut, pengemudi disarankan untuk memeriksakan diri lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.
“Kalau memang ada yang kondisinya tidak memungkinkan untuk mengemudi, akan kami rekomendasikan ke pihak terminal dan perusahaan otobus. Namun kemarin alhamdulillah tidak ada yang sampai harus dihentikan,” ungkapnya.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik pengemudi, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Pengemudi diimbau untuk cukup beristirahat dan memastikan tidak kelelahan. Selain itu, perusahaan bus juga diharapkan menyediakan sopir cadangan.
“Keselamatan penumpang itu sangat bergantung pada kondisi pengemudi. Jadi bukan hanya kendaraan yang harus layak, tapi juga pengemudinya harus benar-benar sehat,” tegasnya.
Tak hanya kepada pengemudi, Dinkes juga memberikan himbauan kepada penumpang agar mempersiapkan kondisi tubuh sebelum bepergian. Penumpang disarankan membawa obat-obatan pribadi, terutama untuk mengantisipasi mabuk perjalanan.
Aan berharap, sinergi antara pemerintah, aparat, dan perusahaan otobus dapat terus terjalin dengan baik guna menjaga keselamatan selama arus mudik dan balik. “Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan lancar. Harapannya ke depan tetap seperti ini, keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” imbuhnya. (Hes)
*Foto merupakan dokumentasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta




