Home / Nasional / Dino Patti Djalal: Prabowo Selalu Pegang Opsi Keluar dari Board of Peace

Dino Patti Djalal: Prabowo Selalu Pegang Opsi Keluar dari Board of Peace

Foto Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel Narda)

 

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengatakan Presiden Prabowo senantiasa memegang pilihan untuk cabut dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Tadi juga disampaikan Presiden, kita selalu pegang opsi keluar,” kata Dino dalam taklimat pers usai pertemuan dengan Prabowo dan para mantan penggawa Kemlu RI, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dino yang juga merupakan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), ormas hubungan internasional, punya pendirian sejak awal bahwa Indonesia perlu memegang opsi cabut dari BoP bila BoP sudah tidak sesuai dengan cita-cita Indonesia memerdekakan Palestina dan mewujudkan solusi dua negara.

“Kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita. Ini berkali-kali Beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk,” beber Dino.

Prabowo mengundang Dino, juga mantan Menlu RI yakni Hassan Wirajuda, Alwi Shihab, Retno Lestari Priansari Marsudi, dan Marty Natalegawa. Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono turut hadir. Ada pula tokoh Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jusuf Wanandi. Alwi Shihab juga berkata sama Mantan Menlu RI Alwi Shihab mengatakan bahwa Prabowo bakal membawa Indonesia keluar dari BoP bila BoP sudah tidak sejalan dengan misi Indonesia.

“Tadi dikatakan kalau Board of Peace ini kelihatan tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia, maka dengan mudah kita bisa keluar,” ungkap Alwi usai pertemuan dengan Prabowo. Prabowo juga menegaskan tekadnya untuk membela Palestina lewat BoP.

“Jadi, beliau tekankan kepada masyarakat seluruhnya bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *