Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Diplomat Kementerian Luar Negeri RI, Andri Hadi berkunjung ke Puro Pakualaman menemui Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pada Senin (30/03). Kedatangan Andri kali ini memang untuk bersilahturahmi, karena pada kesempatan yang sama Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa ini juga menghadiri Asia-Europe Forum (ASEF) di Yogyakarta.
Kedatangan Andri Hadi disambut hangat oleh Sri Paduka yang didampingi sang istri, GKBRAyA Paku Alam dan anak pertamanya, BPH Kusumo Bimantoro. Dalam pertemuan ini, hadir pula Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DIY, Ghofar Ismail. Menurut Ghofar, usai menghadiri ASEF yang diselenggarakan di Hotel Hyatt Yogyakarta, Andri menyempatkan diri bertemu Sri Paduka.
“Beliau ini langsung datang setelaah mengikuti ASEF yang diselenggarakan sejak tadi pagi. Saat ini beliau bisa dikatakan sudah menyelesaikan tugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa. Kini beliau kembali ke tanah air dan bertugas di Kementerian Luar Negeri RI,” papar Ghofar.
Ghofar pun mengungkapkan, pada tahun 2024 lalu, Sri Paduka dan delegasi Puro Pakualaman berkunjung ke Belgia dalam rangka mempromosikan budaya. Kala itu, delegasi juga mengajak beberapa pengusaha DIY untuk ikut serta guna membuka pintu usaha dan ekonomi dengan pihak Belgia. “Saat kunjungan itu Bapak Andri Hadi sebagai duta besarnya, yang melakukan penyambutan luar biasa kepada delegasi,” imbuhnya.
Selama pertemuan, Sri Paduka dengan cukup detail menceritakan sejarah Kadipaten Pakualaman. Dalam pertemuan santai ini, Andri tampak antusias mengetahui seluk beluk segala rupa terkait Kadipaten Pakualaman. Usai bertukar cerita, Sri Paduka mempersilahkan Andri Hadi berkeliling melihat-lihat bangunan di Puro Pakualaman.
Saat berkeliling, Andri dipandu oleh BPH Kusumo Bimantoro yang menerangkan bagian-bagian dari bangunan demi bangunan yang ada. Gusti Putri pun ikut mendampingi. Setelahnya, Sri Paduka mengajak diplomat yang juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura ini mengunjungi perpustakaan Puro Pakualaman.
Andri tampak terkesan dengan perpustakaan Puro Pakualaman yang telah melakukan digitalisasi terhadap koleksinya. Setelahnya, kunjungan dilanjutkan melihat ruang arsip dan ruang rapat Puro Pakualaman.
HUMAS DIY





