Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemda DIY menunjukkan keseriusannya terhadap penyelenggaraan haji di DIY dengan mewujudkan penyediaan embarkasi haji di Yogyakarta International Airport (YIA). Embarkasi YIA ini diharapkan pula bisa menjadi percontohan layanan haji berbasis hotel di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Abdul Haris dalam acara Simulasi Kedua Operasional Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 1447 H/2026 M mengatakan, DIY menjadi daerah yang pertama kali melakukan pelayanan embarkasi berbasis hotel. Dengan segala fasilitas terbaik khas hotel, diharapkan hal ini juga menjadi daya dukung merealisasikan keinginan Presiden Prabowo untuk penyelenggaraan haji yang semakin baik.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dirintis oleh Kemenhaj dan Pemda DIY ini bisa benar-benar terlaksana dan pelayanannya pun dapat semakin baik lagi ke depannya. Dan melalui simulasi seperti ini, bisa semakin meyakinkan dan memberi kepastian bahwa embarkasi haji di DIY ini betul-betul siap, betul-betul mampu memberikan peningkatan terhadap pelayanan haji di DIY,” ungkapnya di Hotel Novotel Kulon Progo pada Kamis (05/02).
Mewakili Menteri Haji dan Umrah RI, Haris mengungkapkan, pihaknya tidak pernah main-main dalam mempersiapkan pelayanan penyelenggaraan haji, termasuk dalam mempersiapkan embarkasi YIA ini. Kemenhaj RI selalu berupaya berkoordinasi dengan semua pihak, utamanya Pemda DIY untuk memastikan para jamaah haji bisa mendapat pelayanan terbaik.
“Meski memang masih ada beberapa evaluasi, yang terpenting bagaimana agar embarkasi YIA ini bisa betul-betul dilaksanakan pada pemberangkatan haji 2026 ini. Kami juga berterima kasih kepada Pemda DIY yang sejak awal betul-betul bisa memberi jaminan dapat membantu mewujudkan embarkasi ini,” paparnya.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti saat membacakan sambutan Gubernur DIY mengatakan, bagi DIY, embarkasi haji bukan sekadar simpul transportasi atau urusan administratif keberangkatan, namun juga menjadi wajah pelayanan negara. Di sinilah kehadiran pemerintah diuji, bagaimana memastikan setiap jemaah berangkat dengan tenang, sehat, tertib, serta dilayani dengan penuh penghormatan.
“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual. Karena itu, tata kelolanya pun harus dijalankan dengan kesungguhan lahir dan batin. Karenanya, simulasi kedua hari ini harus kita maknai sebagai tahap pematangan system,” ungkapnya.
Made mengungkapkan, Pemda DIY sangat bersyukur pada simulasi pertama yang telah dilaksanakan sebelumnya, menunjukkan tingkat kesiapan operasional mendekati 80%. Alur penerimaan, akomodasi berbasis hotel, serta mobilisasi menuju bandara pada prinsipnya telah berjalan baik. Meski memang ada catatan evaluasi terkait perlunya penyempurnaan pada efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas, serta penguatan fasilitas bagi jemaah lansia dan kelompok rentan.
“Oleh karena itu, pada simulasi kedua ini, seluruh proses-mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, bea cukai, imigrasi, hingga boarding harus terintegrasi secara presisi. Tidak boleh ada kebingungan prosedur, tidak boleh ada keterlambatan layanan, dan tidak boleh ada jamaah yang merasa terabaikan,” paparnya.
Made pun mengajak seluruh unsur untuk bekerja dalam satu orkestrasi, karena kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Pemerintah daerah, kementerian, TNI-Polri, otoritas bandara, hingga relawan pelayanan harus bergerak sebagai satu tim dengan standar profesional yang sama.
“Harapan kita sederhana namun mendasar. Ketika operasional penuh dimulai nanti, embarkasi YIA benar-benar siap menjadi contoh pelayanan haji yang tertib, cepat, humanis, dan berkelas nasional. Semoga ikhtiar ini menjadi amal pelayanan yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat,” imbuhnya. (Rt/Ts/Jon/De)
HUMAS DIY





